Diduga Akibat Amukan Masa, KS Pelaku Curas Meninggal Dunia

0
468

Mbay, KlikNTT.Com– Diduga Hendak Melakukan curas Kasimirus Solo( 27) warga Dusun 3, Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo tewas akibat amukan masah di rumah Korban Ferdinandus Wawo.

Istri Korban Priska Pelu (Pelapor) menjelaska sekitar pukul 03.00 Wita mendengar ada orang yang membuka pintu rumah dari belakang secara paksa saat dirinya bersama suaminya Ferdinandus Wawo sedang tidur.

Mendegar ada orang yang membuka pintu secara paksa dirinya membangunkan Suaminya dan melihat pelaku Curas Kasimirus Solo sudah berada di dalam rumah dengan memegang sebilah parang dalam keadaan telanjang.

Melihat dirinya dan suami ( Korban), pelaku langsung menyerang sambil mengayun parang kearah mereka tetapi sempat di tahan oleh korban dengan memegang tangan kiri Pelaku.

Pelakupun tidak hilang akal dan mengambil pisau di dinding rumah korban dan langsung menikam punggung Korban.

Akibat tikaman tersebut korban mengalami luka pada bagian punggu bagian kiri dan kanan.

Korban langsung berlari keluar rumah berteriak meminta tolong tetangga dan pelaku Kasimirus Solo berhasil di tangkap dan di ikat oleh warga dengan menggunakan tali Nilon.

Akibat amukan masah Pelaku Kasimirus Solo  di larikan ke Puskesmas Danga oleh tetangga untuk mendapat perawatan tetapi pada pukul 03.30 Wita beliau menghembuskan nafas terakir.

Kapolsek Urban Aesesa AKP Ahmad, SH Saat ditemui wartawan menjelaskan setelah menerima Laporan Polisi ( LP) pihaknya langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara ( TKP) mengamankan Pelaku serta mengamankan barang Bukti berupa sebilah Parang dan Pisau yang digunakan Pelaku serta Pipa besi ukuran 1,5″ panjang 120 cm yang digunakan Masyarakat untuk membela diri.

Dirinya menghimbau kepada keluarga Korban untuk tetap tenang dan tidak melakukan hal-hal yang akan berdampak pada tindak Pidana baru.

Sementara kakak Kandung Pelaku Karolus Goa ( 34) kepada wartawan menjelaskan sekitar 4 bulan yang lalu Pelaku baru pulang dari Kalimantan.

Dan pada hari kamis tanggal 6 Juni 2019, Pelaku mengalami Gangguan Kejiwaan kemudian pada hari senin tanggal 10 Juni 2019 jam 19.00 Wita, Pergi dari Rumah dan dicari pihak keluarga namun tidak ketemu. (Vhian)