BCK NTT Serahkan Pengelolaan Air Tilong ke PDAM Kabupaten Kupang

0
364

Oelamasi_KlikNTT.com– Pengelolaan Air Bersih dari Bendungan Tilong untuk mengurangi kekeringan Tahun 2019 di wilayah Kabupaten Kupang, maka Balai Cipta Karya (BCK) NTT menyerahkan ke PDAM Kabupaten Kupang.

Pejabat Sementara Dir. PDAM Kabupaten Kupang, Lobrik Saubaki kepada media ini ketika meninjau hasil uji coba Ilmu Pengelolaan Air (IPA) di Bendungan Tilong, Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang Rabu(13/11) siang mengatakan, dari Balai Cipta Karya Propinsi NTT sudah menyerahkan IPA Tilong ke PDAM Kabupaten Kupang, sehingga Dirinya diundang oleh BCK supaya datang melihat pengelolaan air yang berada di tilong.

Yang bertujuan penyuplaian ke wilayah Kabupaten Kupang yakni Desa Oelpuah, Oebelo, dan Tanah Merah untuk mengurangi rasa pengeluhan dari masyarakat dalam penggunaan air bersih.

“Kita juga harus bersyukur, karena untuk sementara dana yang ada pada Kita terbatas. Dan kita akan dapat menerima untuk mengelola dengan baik demi kebutuhan masyarakat. Tentunya kita akan laporkan ke Pimpinan Daerah dalam hal ini Bapak Bupati, dan Bapak Wakil Bupati. Karena ini juga masih dalam tahap uji coba untuk satu wilayah yakni di Desa Oebelo yang mencakupi 150 sambungan ke rumah. Kalau debit air yang ada yakni 12 liter per detik hingga 15 liter per detik”, jelas Saubaki.

Lebih lanjut, kalau 12 liter per detik berarti bisa melayani 1200 Jiwa. Nah, dari 1200 jiwa ini kita bisa melayani tiga ratusan sambungan rumah. Uji coba ini merupakan hari kedua, dan selanjutnya akan iju coba lagi dalam penggunaan daya listrik untuk bulan depan. Dari sini baru PDAM kabupaten Kupang akan mengambil kesimpulan bahwa dengan menggunakan sistem seperti ini kira-kira butuh biaya berapa, apa bila masih membutuhkan tambahan sambungan ke Rumah-rumah maka kita akan lakukan itu supaya bisa menutupi biaya pengelolaan.

Dengan hasil uji coba ini debit airnya masih satabil maka ke depan Kita sambung ke Desa Tanah Merah. “Dirinya berharap agar bagi masyarakat pengguna dapat menjaga sarana yang ada yakni jaringan pipa, meteran, dan masyarakat juga dapat membayaran sesuai dengan kebutuhan karena material ini kita datangkan dari luar daerah dan juga dengan daya listrik yang cukup besar”, beber Saubaki singkat.

Semetara pelaksana IPA, Arif yang wawancarai media ini mengatakan kegiatan ini sudah mulai dari tanggal 4 Mei 2019 selama 180 hari kerja dan berakhirnya pada tanggal 9 November 2019-red yang sudah selesai masa kontrak dan pekerjaan ini sudah selesai sebelum tanggal berakhir kontrak.

Tapi karena kondisi pelatihan dan penyerahan ke PDAM Kabupaten Kupang dan baru dijadwalkan sekarang. Dan pekerjaan ini dari Balai Cipta Karya NTT. IPA ini juga sudah mulai uji coba dan disambung ke wilayah Desa Oebelo sebanyak 150 sambungan ke rumah warga dan sudah dinikmati oleh warga.”Debit Air ini sebenarnya 12 liter per detik tapi sudah maksimalkan menjadi 15 liter per detik. Dengan adanya rehabilitasi ini sehingga ada peningkatan”, bebernya singkat.

Pantauan media ini, dari Tim ahli Ilmu Pengelolaan Air, atas nama Sugeng bersama Pjs. Dir PDAM Kabupaten Kupang meninjau cara pengelolaan air di kantornya, bak penampungan ke reservoir, dan tata cara uji coba pengelolaan air.

Penulis  : Boy Loynati
Editor.    : Fred Siga