Ujian Praktek Seni Budaya, Siswa SMPN 3 Nangaroro Satap Aegela  Tampilkan Esu Kose

0
374

Nagekeo,KlikNTT.Com-Puluhan Siswa siswi kelas IX SMP Negeri 3 Nangaroro Satu Atap Aegela Selasa (3/12/2019), melaksanakan ujian praktek seni budaya yang berlangsung di halaman sekolah, Desa Bidoa, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo.

Pantauan media saat dilapangan, untuk ujian praktek kali ini diikuti para siswa dari satu kelas berjumlah 28 Siswa yang dibagi dalam dua kelompok yakni Putri Esu dan putra Kose.

Pelaksanaan ujian tersebut dibuka secara resmi oleh Johanes Tua selaku kepala sekolah yang sangat mengharapkan agar para siswa dapat mengikuti ujian Praktek dengan baik dan mampu memperoleh hasil yang memuaskan.

“Tentunya kalian sudah mulai melaksanakan  khususnya untuk seni budaya di mana untuk ujian Praktek Esu Kose ini adalah yang pertama kalinya bagi kalian melaksanakan ujian praktek. Memang semua sesuai dengan Jukdis yang ada dimana siswa diwajibkan mengikuti ujian praktek,”ujar Johanes Tua

Ia juga mengucapkan apresiasi kepada puluhan peserta ujian praktek siswa/siswi dan kepada para guru seni budaya yang telah mendampingi para siswa/siswi.

“Harapan saya muda-mudahan pelaksanaan ujian kali ini betul-betul maksimal sesuai harapan sekolah.

Ia menegaskan bahwa sebagai siswa SMPN 3 Satap Aegela, lebih khusus siswa kelas IX tentunya siswa diharapkan berkompetensi dan untuk di SMPN Satap 3 sendiri para siswa sudah dibekali tidak hanya di tingkat olah raga saja namun juga di bidang yang lain seperti Pentas Seni.

“Dengan begitu siswa diharapkan mampu berkompeten di bidang-bidang lainnya. Dalam seni budaya siswa akan memiliki nilai tambah, baik untuk penguasaan seni vocal maupun seni tari. Demikian pula di bidang olahraga yang sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Ketika siswa benar-benar berkompetensi dan kompeten di bidang-bidang yang lain maka ada nilai plus yang bisa diperoleh siswa saat lulus sekolah nanti. Apa yang diperoleh tentunya tidak akan sia-sia untuk masa depan siswa. Oleh sebab itu Dirinya meminta para siswa agar terus berkarya demi masa depan yang lebih baik. Tambahnya.

Sementara itu  Konstantinus Dhae selaku Kaur Kesiswaan kepada KlikNTT.Com, mengemukakan bahwa pada ujian kali ini para siswa mulai dari kelas VII dan VIII menampilkan beberapa keahlian secara langsung seperti seni suara. Lebih khususnya Esu Kose yang di tampilkan oleh siswa kelas IX dengan aneka racikan masakan lokal.

“Khusus untuk Esu Kose, para siswa menampilkan aneka masakan lokal. Diakuinya, bahwa penampilan dan atribut para siswa di depan para guru mengundang perhatian dan para siswa lainnya.

“ini memang baru pertama kalinya dilaksanakan dengan konsep yang unik dan berbeda pula. Kami para guru diwajibkan untuk mengenakan atribut yakni pakaian adat Nagekeo. Lanjutnya Sebelumnya, sudah dilaksanakan ujian praktek dimana para siswa membuat aneka produk kreatif dari sampah plastik bekas, yakni membuat hiasan. Ujarnya.

Sementara Lidvina Aryanti Moedak Guru (PLSBD)Pendidikan Lingkungan Sosial dan Budaya saat ditemui menyatakan bahwa Pelaksanaan Ujian Esu Kose tersebut merupakan Konsep yang perlu dilakukan agar para siswa tetap menggali dan mencintai karya-karya lokal sendiri yang telah diwariskan oleh para leluhur.

“Sebenarnya Konsep Esu Kose ini, saya dan para guru sebelumnya berdiskusi setelah kegiatan parade Esu Kose dilakukan saat kegiatan literasi beberapa bulan yang lalu. Hal ini kemudian saya melihat baik jika dilakukan oleh siswa untuk ujian praktek.  Menurut Aty kegiatan ujian praktek sebelumnya para siswa melakukan tarian adat dan bhea sa(sapaan adat).

Aty Moedak berharap para siswa terus melanjutkan karya-karya peninggalan leluhur agar tetap di jaga dan dilestarikan nilai-nilai budaya.

“Saya berharap nilai-nilai budaya terus kalian gali dan tetap dijaga. Saya sebagai guru merasa bangga karena kalian sudah menunjukan yang terbaik. Alhasil semua berjalan baik dan berjalan sesuai harapan. Katanya.

Penulis : Vhiand Dhalu