Tak Diusung DPP Golkar Medah Maju Dari Partai Lain

0
386

 

Kupang, Klikntt.com – Dinamika politik mulai memanas menjelang Pilgub NTT tahun 2018 mendatang, DPP Partai Golkar hingga kini belum menentukan sikap politik untuk mendorong salah satu kader dari delapan nama yang di survey. Ketua DPD Golkar NTT Ibrahim Agustinus Medah mulai angkat bicara soal nasib di bursa calon Gubernur.

Politisi senior NTT dan Ketua DPD Golkar NTT diperhadapkan dua figur yang diusung pada pilkada Gubernur yaitu Melki Lakalena atau Ibrahim Agustinus Medah.

Walaupun bakal calon Gubernur telah diputuskan oleh seluruh ketua DPD II Golkar se NTT sebagai calon tunggal. namun beberapa waktu kemudian DPP Golkar mengeluarkan delapan nama kandidat Calon Gubernur untuk di survey.

Keputusan DPP ini memantik reaksi dari Medah yang saat ini merupakan Ketua DPD I Golkar NTT. menurutnya kalau survey oleh DPP objektiv maka hasilnya akan diketahui siapa yang lebih tinggi elektabilitasnya.

” Apakah Melki Lakalena didukung oleh DPP atau ulahnya dia sendiri. sekalipun kita kasih kesempatan 20 tahun kepada Melki Lakalena, hasil surveynya tidak akan melebihi saya,” kata Medah kepada wartawan, (21/06/2017) di kupang.

Medah mengatakan sudah puluhan tahun bekerja untuk Golkar dan sudah memimpin di semua level sampai hari ini.

” Prestasi saya kalau dibandingkan, Melki Lakalena tidak ada apa apanya. dari sisi mana dia bisa melampaui saya,” ujar Medah.

Medah menuturkan soal sejarah Golkar di Pilkada Gubernur NTT tahun 2013 yang lalu. dia mengatakan saat itu DPP Golkar menghendaki kekalahannya di Pilgub.

” Saya dikalahkan oleh DPP pada lima tahun lalu.saya dipaksakan untuk berpasangan dengan Melki Lakalena.saya tidak mau kejadian buruk terjadi lagi.saya akan lawan,” jelas Medah.

Medah mempersilakan DPP Golkar untuk mengusung Melki Lakalena sebagai Calon Gubernur NTT. dia mengatakan tidak akan tinggal diam dengan sikap DPP yang selalu menghambat dirinya dalam pencalonan Gubernur.

” Silakan DPP loloskan Melki Lakalena. saya akan maju dari partai lain dan saya pastikan akan dapat pintu. catat, bulan depan saya akan deklarasi dengan pasangan saya secara pribadi bukan dari Golkar,” jelasnya.

Medah menjelaskan sikapnya tersebut diakibatkan oleh sikap DPP yang selalu menghalangi dirinya.

” saya ini ketua DPD I Golkar NTT tapi setiap ada pesta saya selalu tidak diundang. terserah DPP mau bilang apa soal sikap saya.saya bekerja untuk Golkar semenjak tahun 1975 hingga saat ini,” paparnya.

Medah mengatakan dirinya tidak berambisi jadi Gubernur NTT tapi bertekad untuk menuntaskan masalah kemiskinan di NTT melalui jabatan Gubernur.(DN)