Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Daerah

Ini Alasan Mahasiswa PGRI NTT Versi Soeleman Raja Kembali Daftar Di UPG 1945

75
×

Ini Alasan Mahasiswa PGRI NTT Versi Soeleman Raja Kembali Daftar Di UPG 1945

Sebarkan artikel ini

Kupang KlikNTT. Com- Akibat Polemik yang Terus berkepanjangan di tubuh Universitas PGRI NTT maka hari ini (kamis 20/07/17) Puluhan Mahasiswa Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI NTT) versi Soleman Radja kembali mendaftarkan diri ke Universitas Persatuan Guru 1945(UPG1945) pimpinan Davis Selan.

Banyak Mahasiswa yang kebingungan mengenai Polemik yang berkepanjangan selama kurang lebih tiga tahun tersebut, ada Mahasiswa yang memilih bertahan di Universitas Aryasatya Deo Muri pimpinan Soleman Radja, namun ada juga yang memilih pindah ke Universitas Persatuan Guru 1945(UPG 1945) karena alasan di keluarkannya ijin oprasional.
Salah satu Mahasiswa yang memilih Pindah ke UPG 1945 semester tujuh Program Studi Sejarah yang berinisial DS saat di wawancarai mengatakan sangat berbahagia karena bisa kembali bergabung teman seperjuangannya.
“Kami sejak kuliah di Universitas PGRI NTT versi Soleman Radja Dosen sama sekali tidak pernah masuk, akibatnya kami seperti anak ayam yang kehilangan induknya”. Kata Mahasiswa tersebut.
” saya memilih kembali ke UPG 1945 karena harapan saya, saya percaya dan berharap semoga UPG 1945 bisa lebih baik dari sebelumnya”. Lanjutnya.
Sementara itu, Puluhan Mahasiswa yang kembali ke UPG 1945 di sambut positif oleh ketua Program Studi Sejarah UPG 1945 Melki Lalay S.pd. Mpd, yang mengatakan menyambut baik dan mengucapkan terima kasih karena melakukan pilihan yang sebenar-benarnya.
“Selama Proses pemasalahan ini, antara dua lisme kepemimpinan di tubuh Universitas PGRI NTT, Program Studi Sejarah tetap melakukan Tri Darma Perguruan Tinggi agar Mahasiswa tidak di rugikan”. Tegas Lalay.
“Saya berharap, Mahasiswa yang kembali Mendaftar Di UPG 1945 bisa mengikuti proses akademik yang ada dan tetap fokus pada aktifitas perkuliahan dengan sebaik-baiknya. Lanjutnya. (Yapi Manuleus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *