“MELKI LAKA LENA DAN POLITIK GOTONG ROYONG KAUM MUDA NTT”

0
512

Kupang,Klikntt.com –Nama Emanuel Melkiades Laka Lena sontak mencuat ke gelanggang perpolitikan Nusa Tenggara Timur (NTT). Sosok pemuda ganteng, cerdas, energik dan visioner berdarah Ende Flores kelahiran Kupang, 10 Desember 1976, pada tahun 2013 lalu pernah menjadi calon Wakil Gubernur NTT periode 2013 -2018 berpasangan dengan Ibrahim Agustinus Medah.

Kini menghadapi Pilgub NTT 2018, Melki Laka Lena kembali menggoncang bumi Flobomorata dengan sebuah gerakan sepektakuler yakni Sayembara Ayo Bangun NTT yang bertujuan untuk mengkonsolidasi pikiran-pikiran baik dan orang baik yang selama ini dilupakan, ditinggalkan, orang-orang yang tidak dianggap tetapi memiliki dedikasi dan pengabdian terhadap daerah ini serta menjadi inspirasi dan teladan bagi semua orang.

Langkah Melki Laka Lena dalam menghadapi Pilgub NTT 2018 kali boleh dibilang beda dengan politisi lain. Mengapa? Sejauh ini Melki Laka Lena bergerak untuk melakukan konsolidasi gagasan di seluruh wilayah NTT mengandalkan orang – orang. Sebuah langkah cukup berani karena sejauh ini dalam pengamatan penulis Melki Laka Lena belum menyentuh parpol. Melki Laka Lena yang bergerak dengan panji perjuangan mendengar, berpikir, berbicara dan berkarya bersama semua pihak serta mengusung tagline Ayo Bangun NTT dari titik tersulit, mendapat sambutan positif dari berbagai lapisan masyarakat, terutama dari kalangan muda. Melki Laka Lena sedang sedang berusaha menawarkan sebuah model politik baru, yaitu politik santun dan menggembirakan bagi semua orang.

Relawan Melki Laka Lena Untuk Gubernur NTT pun terbentuk di mana – mana. Para relawan yang terdiri dari orang muda berkomitmen membantu Melki Laka Lena bersaing secara sehat dalam Pilgub NTT dan berjanji akan melawan politik uang dan isu SARA selama proses Pilgub berlangsung. Mereka berkomitmen membuat sejarah di NTT bersama Melki Laka Lena melalui proses politik yang sehat untuk membangun kesadaran dan partisipasi sebanyak mungkin orang NTT mendesain masa depan NTT secara bersama.

Bersama orang muda, Melki Laka Lena masuk kampung keluar kampung mengajak semua pihak untuk bersama – sama membangun daerahnya masing – masing maupun membangun NTT.

Langkah kolektif atau gotong royong Melki Laka Lena bersama relawan muda ini berangkat dari kesadaran bahwa berbicara membangun NTT itu bukan saja tanggung jawab pemerintah provinsi, kabupaten/kota atau gubernur dan bupati tetapi berbicara membangun NTT adalah melibatkan semua pihak dari berbagai kalangan dan masyarakat di daerah NTTmaupun peran Diaspora (perantau) NTT. Indikator untuk memajukan NTT ke depan adalah juga kemampuan untuk melibatkan sebanyak mungkin warga Diaspora NTT. Tidak mesti pulang kampung, namun bisa membantu lewat jalan Solidaritas-Kreatif-Berdaya Ubah, apalagi kita tengah hidup di zaman yang memudahkan sesama kita berkomunikasi .

Oleh penulis, gaya politik Melki Laka Lena yang melibatkan masyarakat dan orang muda adalah gaya politik gotong royong. Politik gotong royong yang dimaksudkan disini adalah bagaimana masyarakat diajak untuk bagaimana memberikan ide, gagasan untuk bersama membangun daerahnya masing-masing. Masyarakat diajak untuk sendiri yang mengelola program pembangunan, sedangkan pemerintah hanya berperan sebagai fasilitator, sumber biaya, dan sumber inovasi yang dibutuhkan dalam pengimplementasian program.

Wujud kongkrit dari politik gotong royong Melki Laka Lena ini adalah memberikan apresiasi dan penghargaan kepada orang-orang baik selama ini dilupakan, ditinggalkan, orang-orang yang tidak dianggap tetapi memiliki dedikasi dan pengabdian terhadap daerah ini serta menjadi inspirsi dan teladan bagi semua orang. Hal ini dibuktikan Melki Laka Lena melalui kegiatan sayembara ayo bangun NTT yakni memberikan penghargaan kepada Yoseph Blikololong yang merupakan seorang pemulung tapi sudah membangun sekolah Paud Peduli Kasih dan SMP Surya Mandala di Kota Kupang menjadi tokoh teladan NTT. Yoseph Blikolong juga dipercayakan Melki Laka untuk membuka kegiatan sayembara ayo bangun NTT.

Pasca Melki Laka Lena memberikan penghargaan kepadanya sebagai Tokoh Teladan versi Yayasan Tunas Muda Indonesia, simpati kepada Yoseph Blikolong datang dari berbagai pihak. Kesempatan terhormat dan penghargaan pun datang dari MetroTV. Hari ini, Jumat, 20 Juli 2017 tepatnya pukul 20:05 WIB, Yoseph Blikolong diundang untuk berbagi kisah inspiratifnya dalam acara acara talkshow di MetroTV yaitu Kick Andy Show.

Langkah Melki Laka Lena yang memberikan penghargaan untuk orang – orang kecil yang telah berbuat banyak untuk kemajuan daerah patut diapresiasi. Inilah tugas seorang pemimpin bagaimana mengajak masyarakat untuk terus bersama-sama membangun daerah dengan karyanya masing – masing. Kenapa menjadi penting? Karena ketika masyarakat dilibatkan dalam semua urusan pembangunan, ketika masyarakat sendiri yang menetapkan program, beberapa hal positif pasti akan terjadi, yakni:

(1) program yang ditetapkan jelas akan sesuai dengan tingkat kebutuhan masyarakat;

(2) masyarakat akan merasa memiliki terhadap program yang ditetapkan, dan

(3) karena sesuai dengan tingkat kebutuhan yang dirasakan, maka motivasi masyarakat untuk menyukseskan program pasti akan meningkat. Perlu diketahui bahwa motivasi sangat mempengaruhi semangat kerja. Semakin tinggi motivasi seseorang, semakin tinggi pula semangat kerjanya; demikian pun sebaliknya. Dan jika semangat kerja meningkat maka hasil kerja juga akan meningkat.

Inilah dasar pertimbangan mengapa Melki Laka Lena melakukan kosolidasi gagasan keliling NTT. Karena dengan pola pendekatan seperti ini, selain dapat menetapkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, kita juga sekaligus dapat mendidik masyarakat untuk menjadi manusia yang mandiri dalam proses pembangunan, sebagai salah salah satu sasaran puncak dari pembangunan itu sendiri. Karena esensinya yang membutuhkan kehidupan yang sejahtera adalah rakyat itu sendiri, dan karena itu biarlah rakyat sendiri yang menentukan program pembangunannya, pemerintah hanya menyiapkan dana dan fasilitator yang dibutuhkan.

Gerakan Melki Laka Lena bersama orang muda NTT hanya mau menunjukkan bukti bahwa kaum muda harus mau menjadi bagian dari era baru, dimana kaum muda pun terlibat dalam pembangunan di NTT. Munculnya orang muda yang bergabung bersama Melki Laka Lena sebenarnya mengisi ruang kosong interaksi konstruktif antara warga dengan kekuasaan yang tidak terfasilitasi secara efektif oleh partai politik yang semakin oligarkis. Mereka bergerak menghadirkan dan mendorong pilihan-pilihan alternatif kebijakan termasuk mendorong atau menawarkan figur-figur kepemimpinan yang dianggap ideal, yang abai ditawarkan oleh partai politik.

Munculnya orang muda yang bergerak bersama Melki Laka Lena menuju pilgub NTT sebenarnya membawah beberapa pesan positif untuk politik di NTT, yakni;

Pertama, kehadiran Melki Laka Lena dengan mengandalkan orang muda mengindikasikan adanya perluasan partisipasi politik masyarakat di tengah arus dominasi oligarki partai-partai politik dalam menyiapkan para calon pemimpin. Kehadiran mereka melawan apatisme pada orang muda dan mau merubah cara pandang bahwa politik tidak “kotor” dan politik itu bukan untuk orang tua saja. Gejala ini bisa menjadi titik awal yang sangat penting untuk mengembangkan dan memperkuat demokrasi partisipatoris, dimana keberadaan dan peran-peran publik bisa mengimbangi dominasi para elit di tubuh partai yang cenderung egois dan “buta-tuli” terhadap aspirasi warga.

Kedua, kehadiran Melki Laka Lena bergerak bersama relawan muda memberikan edukasi politik bagi warga NTT mengisyaratkan semakin meningkatnya political literacy (kemelekan politik) warga sedemikian rupa, sehingga mereka paham bahwa urusan-urusan publik tidak selalu dapat dipercayakan kepada partai politik. Karena itu warga harus bergerak menghadirkan berbagai alternasi kebijakan, termasuk ikut “menyiapkan” calon-calon pemimpin yang dapat melahirkan model kepemimpinan transformatif.

Ketiga, kehadiran Melki Laka Lena bergerak bersama relawan muda yang bekerja tanpa pamrih ini menjadi semacam “oase” di tengah arus deras gejala materialistik, transaksional, dan kerja-kerja politik serba pamrih yang menggersangkan kehidupan politik selama ini. Karena prinsip kehadiran dan kerja para orang muda yang volunteer (sukarela), tanpa mengharapkan imbalan atau keuntungan-keuntungan materil, self-help (mandiri), bahkan cenderung altruistik. Semua dilakukan dengan dasar tulus-ikhlas, semata-mata untuk memberi kontribusi nyata pada perubahan-perubahan berarti bagi masyarakat.

Akhirnya kehadiran Melki Laka Lena yang bergerak bersama orang muda dalam pesta Pilgub NTT ini merupakan sebuah awal gelombang besar perubahan politik di NTT. Saatnya orang muda NTT bangkit bersama Melki Laka Lena membuat perubahan untuk NTT. “rapiamus occasionem de die – marilah kita tangkap kesempatan itu selagi masih ada hari.(Radar Malaka. Com)