Tansius Dedi : Terkait Polemik Universitas PGRI Di duga Gubernur NTT ikut terlibat Mencederai Pendidikan.

0
1079

Kupang_KlikNTT. Com_ Mahasiswa Universitas PGRI  NTT yang tergabung dalam forum mahasiswa PGRI  NTT Kembali Melakukan Aksi di depan halaman Kantor gubernur NTT pada hari Senin  (31/07/2017)

Dalam aksi kali ini para mahasiswa melakukan aksi secara longmart dimana rute dari depan SMP Negri 5 Kupang menuju kantor Gubernur  NTT dengan membawa sejumlah atribut yang bertuliskan” Tolak UPG 1945 dan UNASDEM dan Juga Atribut yang Bertuliskan Tentang Negara Harus Bertanggung Jawab.

Koordinator lapangan aksi Julius Jo mone dalam Orasi nya mengatakan ” Kami hari ini datang kembali di kantor gubernur  ini untuk terus menyuarakan apa yang menjadi aspirasi kami

” Kami berharap gubernur NTT dapat segera mengambil keputusan untuk mengalihkan kami kepada kampus – Kampus Yang mempunyai program studi yang sama.

Koordinator Umum  Tansius Dedi”  Kami minta untuk Para Forkompimda yang di  bentuk untuk menyelesaikan masalah
Bukan di bentuk untuk ambil peran bersama mavia pendidikan untuk Mencederai Pendidikan di NTT

“Keputusan mentri dengan mengeluarkan Sk 208 bukan untuk menyelamatkan tetap memberikan peluang kepada sam Haning dan Soleman raja untuk merebut lahan basah.

Gubernur sebagai pembina utama untuk penyelenggaraan pendidikan di NTT apa bilah tidak secepatnya mengambil langkah untuk mengalikan kami maka kami menduga bahwa dalam polimik ini kami menduga bahwa Gubernur NTT ikut terlibat dalam Mencederai Pendidikan di NTT.

” Perjuangan nasip tdk akan pernah kenal lelah kami resah untuk siap mati Hal ini penyelenggaraan dan pemerintah hanya biasa membiarkan masalah

Setelah melakukan negosiasi, mau hasiswa ditemui Plt. Sekda NTT, Emanuel Kara. Dihadapan mahasiswa, Eman Kara mengatakan, persoalan perguruan tinggi bukan kewenangan daerah. Terkait tuntutan mahasiswa untuk dialihkan ke kampus lain, Eman mengatakan pemerintah harus mempelajari dahulu SK Menristek Dikti sebelum mengambil langkah selanjutnya.

“Saya bukan pengambil kebijakan. Saya ada disini karena gubernur dan wakil gubernur tidak berada di tempat. Sehingga saya menerima tuntutan mahaisswa untuk mempelajari SK Menteri dan data-data rujukan lain untuk mengambil solusi Ungkap Eman. (FRED)