Hasil survei Elektabilitas Terus Meningkat, sinyal Kuat Melki Laka Lena di pastikan Sebagai Cagub NTT

0
491

Kupang KlikNTT. Com –Elektabilitas Melki Laka Lena makin naik dari waktu ke waktu seperti survei berkala yang dilakukan DPP Partai Golkar beberapa kali terakhir ini demikian dikatakan Ketua Korbid Pemenangan Pemilu Indonesia II DPP PG, Ahmad Hidayat Mus yang dhubungi media ini via telpon, sabtu (9/9)

Menurutnya dalam rapat yang dipimpin Ketua Tim Pilkada Pusat sekaligus Ketua Harian DPP PG, Nurdin Halid yang berlangsung tertutup di Aula Lantai 4 Gedung DPP PG, Jl. Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Senin (4/9) lalu, dari hasil survei terakhir DPP Partai Golkar oleh LSI Deny JA yang dipaparkan dalam rapat tersebut terlihat bahwa trend kenaikan elektabilitas Melki Laka Lena makin naik dari waktu ke waktu.

Ahmad menambahkan hasil survei LSI dari pertengahan agustus sampai akhir agustus lalu, telah dibahas Pemenangan Pemilu Bali Nusra dan rapat tim pilkada pusat. Dalam survei tersebut menunjukkan posisi kandidat belum bergeser dengan elektabilitas yang dinamis antar kandidat.

“Survei berkala yang DPP Partai Golkar lakukan , elektabilitas Melki Laka Lena naik cukup signifikan dari waktu ke waktu”, ungkapnya.

sebelum ada putusan terkait pasangan calon dan koalisi parpol yang mengusung, masih akan ada survei dari DPP untuk melihat elektabilitas dan trend Melki Laka Lena serta para kandidat lainnya.

“Paling lambat sebulan ke depan DPP PG berencana membuat survei untuk melihat elektabilitas dan trend Melki serta para kandidat lainnya,” ungkapnya.

Lanjut  Ahmad  awalnya DPP berencana menetapkan pasangan Jacki Uly dan Melki Laka Lena namun dari hasil survei yang dipaparkan LSI elektabilitas Melki Laka Lena tinggi maka diputuskan untuk ditunda penetapannya.

Nurdin Halid selaku ketua tim pilkada pusat Partai Golkar dan disetujui seluruh jajaran tim pilkada pusat memutuskan Melki Laka Lena tetap maju sebagai Cagub NTT dan mengecek kembali elektabilitas paling lambat sebulan ke depan.

“Penetapan kami tunda karena ada hal yang harus dibicarakan lagi antara DPP Partai Golkar dan DPP Partai Nasdem,” jelas Ahmad Hidayat Mus . (R.L)