Sehari Menjadi Gubernur NTT,Sarah lenggu soroti Pernikahan di usia Dini

0
390

Kupang_KlikNTT– Com-Saat ini di dunia, tercatat sebanyak lebih dari 700 juta perempuan menikah ketika mereka belum menginjak 18 tahun. Sedangkan di Indonesia, BPS dan UNICEF yang menggunakan data Susenas 2008-2012 dan Sensus Penduduk 2010, mencatat sekitar 340 ribu anak perempuan di bawah 18 tahun menikah setiap tahunnya. Peningkatan terjadi pada perempuan usia antara 15 hingga 18 tahun.

Perkawinan usia anak kini menjadi masalah serius di Nusa Tenggara Timur Data statistik tahun 2008  hingga Tahun 2012 menunjukkan sebanyak 20,5 persen anak sekolah menikah di usia anak Tingginya angka perkawinan usia anak di Nusa Tenggara Timur tentunya tak lepas dari faktor kurangnya pemahaman masyarakat terhadap dampak negatif yang bisa ditimbulkan. Selain kurangnya pemahaman, Kawin di usia anak juga merupakan seolah telah menjadi tradisi.

Hal ini menjadi sorotan Sarah lenggu saat sehari  menjadi  Gubernur NTT  yang digelar Plan International Program Area NTT, di aula kantor Gubernur NTT selasa, (03/10/2017)di Kupang.

Sarah lenggu siswi Sma Negeri 1 TTS yang terpilih menjadi Gubernur NTT sehari di hadapan Kepala Dinas setda Propinsi NTT mengatakan “Sehari menjadi Gubernur , adalah hal yang luar biasa. Kesempatan ini dipergunakannya untuk membahas berbagai isu tentang pernikahan di usia anak dan apa dampaknya.

“Kami ingin menyuarakan keinginan kami agar pemerintah bisa menanggulanginya supaya anak perempuan Indonesia juga mempunyai hak untuk meraih kemerdekaan, sehingga tidak lagi terjadi pernikahan di usia anak. Bahwa anak Indonesia punya masa depan dan bisa meraih cita-cita ungkap sarah

Sementara Manager Communication Plan Internasional cabang Kupang, Isny Achmad, menjelaskan bahwa gerakan ini selain untuk merayakan Hari Anak Perempuan Internasional 2017 yang puncak acaranya akan digelar di Jakarta pada 11 Oktober 2017 nanti, juga untuk memotivasi anak perempuan agar bisa duduk di kursi Gubernur dan menata jalannya administrasi pemerintahan, termasuk memimpin rapat koordinasi yang dapat menghasilkan sebuah keputusan maupun rekomendasi untuk ditindaklanjuti, terutama berkaitan dengan isu pernikahan di anak usia dini.

Dijelaskan Isny Achmad, sebanyak 12 orang anak, yaitu 11 orang anak perempuan dan satu anak laki hasil seleksi dari sejumlah SMA di NTT itu adalah anak hasil seleksi secara ketat, berkaitan dengan mental dan kepribadian anak, kecakapan anak dalam berbicara dan mendapatkan infornasi maupun kecakapan anak dalam menjalin koordinasi dengan baik.( Fred)