Di Ende, Desamigratif Ranggatalo Sebagai Desa Produksi Minyak Kemiri.

0
492

Ende Klikntt.com – Desa Ranggatalo yang terletak di Kecamatan Lio Timur merupakan salah satu Desa Ramah Migran Produktif (Desmigratif) yang ditetapkan oleh Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia. Sebagai sebuah desa Desmigratif, saat ini Desa Ranggatalo memproduksi minyak kemiri sebagai sebuah produk unggulan hasil kreatif dari kelompok Tenaga Kerja Mandiri (TKM)

Kepala Desa Ranggatalo Irminus Denis kepada media ini, Senin (30/10/2017) mengatakan” ┬ápemerintah desa sangat mendukung kegiatan TKM Desa Ranggatalo. Menurutnya, hasil karya TKM Desa Ranggatalo harus didukung karena memanfaatkan potensi yang ada di desa.

” Yang kita harapkan hasil potensi yang ada di desa bisa diolah sendiri di desa,” ujarnya.

Berkaitan dengan minyak kemiri tambah Irmunus, pemerintah desa bekerja sama dengan koperasi Desmigratif untuk membeli kemiri sesuai dengan harga pasaran. Dengan kerja sama tersebut, masyarakat tidak lagi menjual kemiri keluar desa.

” Harga kemiri didesa bisa bersaing dengan pasar di Ende dan di Maumere, sehingga masyarakat tidak menjual kemirinya keluar dari desa, karena koperasi Desmigratif yang ada di desa membeli kemiri sesuai dengan harga yang ada di Ende dan Maumere,” tambahnya.

Menurutnya, untuk memproduksi minyak kemiri, pemerintah desa memanfaatkan tenaga kerja yang ada di desa. Dengan begitu, dapat menekan TKI ilegal yang ingin bekerja di luar negeri.

” Dengan adanya program Desmigratif dapat menekan tenaga kerja yang ingin bekerja ke luar negeri secara ilegal,” ujarnya.

Untuk memasarkan minyak kemiri, Denis menambahkan, pemerintah desa menyiapkan gerai untuk penjualan. Selain itu, kementrian tenaga kerja dan transmigrasi juga memberikan bantuan berupa jaringan internet gratis. Dengan jaringan internet gratis, pemasaran minyak kemiri dapat dilakukan melalui online.

” Kita ada gerai sendiri, dan juga wifi gratis sehingga kita bisa jual online. Dan saat ini kita sudah kirim ke Jakarta, Kalimantan, dan Makasar,” jelasnya.

Sementara Calon Wakil Gubernur NTT Melkiades Laka Lena mengatakan, produk kreatif yang di hasilkan oleh desa merupakan modal dasar untuk peningkatan ekonomi masyarakat desa. Oleh karena itu lanjut Melki, pemerintah bersama pihak swasta dapat mendukung usaha kreatif masyarakat desa.

” Dengan dukungan pemerintah dan pihak swasta maka satu desa satu produk unggulan dapat kita kerjakan,” ujarnya.(MN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here