Tingkatkan Fasilitas Pelayanan RSU Siloam Adakan mesin phacoemulsification centurion Vision system.

  • Bagikan

Kupang_ Klikntt.com-Komitmen RSU Siloam Kupang untuk meningkatkan fasilitas rumah sakit terus dijalankan. Dari fasilitas kesehatan, rumah sakit yang tergabung dalam Siloam Hospital Group ini terus melakukan penambahan.

Kali ini, RSU Siloam menghadirkan peralatan terkini untuk operasi katarak, yakni mesin phacoemulsification centurion Vision system. Mesin phacoemulsification dengan inovasi terkini yang berasal dari Alcon Laboratories yang berpusat di Texaz, Amerika. Sebagai pemain dunia dalam pelayanan kesehatan mata dan yang terdepan dalam memberikan inovasi terbaru dari Alcon laboratories merupakan alasan utama RSU Siloam Kupang memilih Centurion Vision System.

“Peralatan operasi katarak dengan Centurion Vision system di RSU Siloam Kupang tidak berbeda dengan rumah sakit atau kinik mata di kota-kota besar Indonesia dalam meghasilkan pengobatan katarak yang terbaik bagi pasien,” ujar Direktur RSU Siloam Kupang, dr. Hans Lie saat kegiatan media gathering di Kupang, Jumat (3/10/2017).

Pemanfaatan teknologi ini berlaku bagi seluruh masyarakat NTT yang memiliki kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Gratis untuk pasien pengguna kartu BPJS. Jika pasien dari kabupaten dapat menunjukan surat rujukan dari rumah sakit asal,” kata dr. Hans.

Dokter Spesialis mata RSU Siloam Kupang, dr. Boyke Kuhurima, Sp.M mengatakan, operasi katarak dengan sistem ini memaka waktu tidak lebih dari 15 menit.

“Ini merupakan operasi katarak modern, tidak perlu menginap di rumah sakit dan bisa beraktifitas kembali,” imbuh dr. Boyke.

Dia menambahkan, operasi katarak dengan menggunakan mesin atau teknik phaciemulsification adalah teknik operasi katarak yang paling canggih saat ini, dimana mesin digunakan untuk mencairkan (emulsifikasi) dan menghisap keluar lensa katarak dari dalam kantong lensa pada saat yang bersamaan.

“Lensa intra-okuler (IOL) yang dapat dlipat dimasukan ke dalam kantong lnsa kosong. Teknik fakoemulsifikasi ini pada umumnya tidak memerlukan jahitan, sehingga pasien yang sudah dioperasi katarak dapat kembali bekerja normal dalam waktu singkat,” pungkas dr. Boyke. (Dian/Fred)

 

  • Bagikan