Film “UNU: REALITA DI PERBATASAN”, Dapat Penghargaan dari Menteri P & K

0
444

Kefa-Klikntt.com_Film hasil karya Mahasiswa Universitas Timor (Unimor), dengan judul, UNU: Realita Di Perbatasan, berhasil keluar sebagai juara 1 dalam Festival Video Edukasi (FVE) 2017 dan mendapat perhargaan dari presiden RI melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy.

Sebelumnya film ini sudah menyabet beberapa penghargaan nasional diantaranya juara 1 Festival Film Mahasiswa Indonesia 2017.

Hermina Manlea selaku Eksekutif Produser dan juga Dosen yang ikut berpartisipasi dalam pembuatan film pendek saat dihubungi via telepon mengatakan dirinya tidak menyangka jika film ini akan meraih penghargaan nasional ini.

“Kita tidak menyangka akan meraih penghargaan nasional ini, karena film ini awalnya dibuat untuk mengikuti ajang festival film mahasiswa indonesia (FFMI) 2017 kemarin” kata Hermina.
Mewakili semua crew yang terlibat dalam Pembuatan Film dirinya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk semua pihak yang sudah mendukung.

Apresiasi dan Kebanggaan yang luar biasa juga disampaikan Primus Bere Boe saat menerima penghargaan mengatakan jika dirinya dan para kru film sangat berbangga karena film ini telah menyabet 2 titel juara 1 secara berturut-turut di kompetisi nasional.

Sebagai Produser, Sutradara dan Musik Komposer dalam film UNU berpesan pihak Universitas Timor harus mulai menyadari bahwa mahasiswa di perbatasan memiliki talenta yang tidak kalah bersaing dengan mahasiswa di daerah maju. Jadi menurutnya pihak Universitas harus menyikapi keberhasilan ini dengan pengadaan alat-alat pendukung kreativitas mahasiswa dalam hal ini bidang seni musik dan film seperti alat-alat musik, komputer dan beberapa kamera.

Trimakasih juga di sampaikan kepada Pemerintah (Kemendikbud), para Dewan Juri Festival Video Edukasi (FVE) 2017 dan seluruh panitia terkait yang telah menganugerahi film UNU sebagai juara.
“Semoga pemerintah dengan adanya prestasi ini bisa semakin memperhatikan fasilitas pendidikan di daerah perbatasan” pungkasnya
Film yang mengangkat Tema Realita kehidupan di daerah perbatasan merupakan langkah yang pas, ditinjau dari lokasi tempat Universitas Timor yang berada di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Propinsi NTT, yang berbatasan langsung dengan Negara Demokratik Timor Leste.
Dalam proses penggarapan film pendek yang berdurasi 15 Menit ini, mahasiswa Unimor mendapat dukungan dari pihak Kampus khususnya dari Rektor, Studio Foto Milyard Colour, RD. Adi Ampolo di Atambua, Bruder Niko Seran, SVD, TNI di perbatasan dan juga dari masyarakat sekitar tempat pengambilan gambar (Bapak Apri Maubanu sekeluarga).

Sebanyak 30 Mahasiswa dan 1 Dosen ikut berpartisipasi dalam pembuatan film pendek ini. Semuanya ambil bagian dan mendapat peran masing-masing. Film ini juga merupakan film pendek pertama hasil karya Mahasiswa Unimor. Pembuatan film memakan waktu kurang lebih 1 bulan, mulai dari proses awal pembuatan sampai dengan selesai.(Do)