Telan Dana 31.9 M, Ruas Jalan Pu’u Kungu- Maukaro masih Sulit Di Lalui Kendaraan.

0
567

Ende Klikntt.com Meskipun dalam Tiga Tahun Berturut-turut, Ruas Jalan Pu’kungu -Maukaro Pemerinta sudah mengalokasikan Dana sudah mencapai Rp. 31,9 Miliar namun sampai saat ini masih para pengguna Jalan yang melintasi jalur jalan tersebut masih mengalami banyak kendala baik kerna Jalan Berlobang maupun karena Pekerjaan yang di duga tidak sesuai dengan Perencanaan.

Jalan yang menghubungkan Kecamatan Nangapanda dan Maukaro tersebut berjarak sekitar 30 an Km sampai saat ini belum begitu mulus sehingga harus berhati-hati ketika hendak melintasinya.

Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Ende Andreas Worho kepada media ini diruang kerjannya, Senin 27 November 2017 mengatakan, anggaran yang dikeluarkan untuk pengerjaan ruas jalan Pu’ukungu Maukaro selama tiga tahun berturut-turut sebanyak Rp. 31,9 Miliar lebih.

Dia merincikan, untuk tahun 2015 pemerintah Kabupaten Ende menganggarkan dana sebesar Rp. 1,9 Miliar lebih. Anggaran sebesar itu digunakan untuk peningkatan jalan Pu’ukungu Orakose tepatnya di Aefua. Perusahaan pemenang tender pada saat itu sebut Andreas adalah PT. Afriani.

Pada tahun 2016. Tambah Andreas , pemerintah Kabupaten Ende kembali mengalokasikan dana sebesar Rp. 20 Miliar. Namun yang menang tender pada saat itu hanya sebesar Rp. 17 Miliar.
Perusahaan pemenang tender pada saat itu adalah PT. Surya Agung Kencana untuk pengerjaan dari Aefua sampai dengan orakeri keatasnya lagi.

Tahun 2017, lanjut Andreas, pemerintah Kabupaten Ende menganggarakan dana sebesar Rp. 10 Miliar. Dana sebesar itu digunakan untuk peningkatan jalan dari Mundinggasa di kerjakan oleh PT Surya Agung Kencana.

Seorang Warga Paulinus Hariyanto, saat ditemui wartawan di Kamubheka mengatakan patut diduga ada pencucian uang karena proyek peningkatan ruas jalan tersebut dikerjakan hanya asal jadi saja.

Paulinus menambahkan, jika kondisi pengerjaan jalan hanya adanya seperti ini, kuat dugaan perencanaan pembangunan jalan tersebut terkesan sarat kepentingan politik dan korupsi.
Oleh karena pengerjaan tersebut sangat kuat dengan dugaan aroma korupsi dan kepentingan politik tegas Paulinus maka dirinya berharap agar aparat hukum segera bertindak melakukan Penyelidikan karena jelas Masyarakat di Korbankan dan sebagai pengguna Jalan dirinya Merasa sangat tidak nyaman saat melintasi jalur tersebut.( MN )