Bank NTT Harus Menggelar RUPS untuk Menetapkan Dua Hal Penting

0
344

Kupang_KlikNTT. Com – Kepala Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Winter Marbun mengatakan, pemegang saham Bank NTT harus segera menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk menetapkan dua hal  penting. Sehingga direksi baru Bank NTT bisa segera terbentuk.

Kedua hal tersebut yakni menetapkan surat keputusan (SK) perpanjangan sementara masa jabatan Direksi Bank NTT dan menetapkan SOP (Standar Operasional Prosedur ) proses pencalonan direksi Bank NTT. Hal ini mesti dilakukan karena SK perpanjangan jabatan direksi dan SOP proses pencalonan direksi harus merupakan hasil dari keputusan RUPS.

Demikian dikatakan Kepala Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Winter Marbun dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD NTT dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, Naek Tigor Sinaga dan Kepala Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Winter Marbun di ruang rapat Komisi III DPRD NTT, Senin (8/1/2018) siang. Rapat dengar pendapat (RDP) dipimpin Ketua Komisi III DPRD NTT, Drs. Hugo Rehi Kalembu, M.Si.

Winter Marbun mengatakan hal ini menanggapi pertanyaan ketua dan para anggota Komisi III DPRD NTT perihal proses pencalonan Direksi Bank NTT yang berbuntut keluarnya SK Gubernur NTT, Frans Lebu Raya selaku pemegang saham pengendali (PSP) tentang Perpanjangan Sementara Jabatan Direksi Bank NTT, yang berbuntut kegaduhan di lembaga perbankan tersebut.

Menurut Winter Marbun, dirinya sepakat jika semua lembaga keuangan dan perbankan harus bekerja sesuai aturan. Namun, perihal terbitnya SK Gubernur NTT yang juga sebagai pemegang saham pengendali (PSP) Bank NTT bisa dipahami karena harus melihat kondisi Bank NTT, dimana jabatan Direksi Bank NTT yang baru masih dalam proses pencalonan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sementara masa jabatan Direksi Bank NTT sudah selesai.

“Bank tidak boleh terganggu. Operasional bank harus berjalan. Itu prinsip kita,” kata Winter Marbun.

Winter Marbun mengatakan, mengenai terbitnya SK Gubernur  NTT yang juga sebagai pemegang saham pengendali (PSP), pihak OJK telah mencoba melihat atau menelusuri aspek legalitasnya. OJK juga sudah berkonsultasi dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dan sudah bertanya kepada Gubernur NTT serta komisaris untuk mendapat penjelasan.

Selain itu, kata Winter Marbun, direksi Bank NTT yang diperpanjang masa jabatannya adalah direksi yang telah melalui proses fit and proper test di OJK, sehingga tidak ada masalah.  Sementara terkait adanya salah satu direktur yang tidak diperpanjang masa jabatannya, hal itu bisa saja karena masa jabatan direksi yang bersangkutan memang sudah selesai.

“Perpanjangan jabatan direksi adalah kewenangan pemegang saham. Cuma mekanismenya saja.  Tapi harus segera digelar  RUPS karena perpanjang jabatan direksi melalui RUPS,” kata Wnter Marbun.

Sementara menyangkut proses pencalonan direksi Bank NTT di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kata Winter Marbun, berjalan agak lama karena masih masih ada yang harus dilengkapi oleh pihak Bank NTT khususnya Komite Remunerasi dan Nominasi (KRN) Bank NTT.  Yakni menyangkut SOP proses pencalonan Direksi Bank NTT.

“SOP proses pencalonan Direksi Bank NTT harus ditetapkan melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Karena itu, selain menggelar RUPS untuk menetapkan SK Perpanjangan jabatan Direksi Bank NTT, RUPS juga harus menetapkan SOP proses pencalonan direksi Bank NTT,” kata Winter Marbun.

Jika kelengkapan persyaratan SOP proses pencalonan direksi Bank NTT sudah dihasilkan RUPS Bank NTT, kata Winter Marbun, maka OJK segera melanjutkan proses pencalonan direksi Bank NTT dengan melakukan fit and proper test.  Karena persyarakat administrasi para calon direksi Bank NTT tidak ada masalah lagi, sudah lengkap.  (Red) **