Terkait Lancar Nya arus Transportasi, Tol Laut dan Naiknya Harga Barang di Ende Ini Penjelasan Alex Leda

  • Bagikan

Kupang_ Klikntt.com- saling klaim tentang keberhasilan pemimpin khususnya dalam bidang Transportasi laut yang kian ramai kembali masuk di Kabupaten Ende yakni banyak nya kapal Roro yang menyinggai pelabuhan sukarno Ende dan berimbas pada naik dan turun nya harga barang yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat kabupaten Ende

Soal tanggapan mengenai masih terjadi nya kenaikan harga barang kebutuhan pokok juga datang dari Putra Ende yang saat ini bekerja di Kementrian PUPR RI dan dipercayakan sebagai Kasubdit Air Tanah dan Air Baku Wilayah Barat Pusat Air Tanah dan Air Baku Dirjen Sumber Daya Air Kementrian PUPR Alexander Leda.

Dalam tulisan yang dimuat di Facebook khususnya pada forum Gere Bego, Alex mencoba menulis catatan ringan Untuk masyarakat Ende Sare yang Selalu saja ada pertanyaan seperti ini :
“Kenapa e harga barang – barang masih mahal…padahal kapal masuk lancar…transportasi juga sudah baik menurut kita”.

Alex mengatakan tulisan tersebut merupakan sebuah catatan opini murni teknik pemikirannya dan tidak ada kaitan dengan politik.

Dalam ilmu ekonomi, fenomena kenaikan harga ini dinamakan dengan istilah inflasi. Inflasi adalah proses kenaikan harga barang dan jasa secara umum atau “kemerosotan nilai uang (kertas)”.

faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya inflasi?

Secara makro penyebab inflasi itu bisa rumit, tapi secara sederhana, ada 2 komponen utama yang menyebabkan inflasi yaitu :

1) Inflasi Karena Permintaan (Demand Pull inflation)

Inflasi ini bisa terjadi karena permintaan atau daya tarik masyarakat yang kuat terhadap suatu barang. Inflasi terjadi karena munculnya keinginan berlebihan dari suatu kelompok masyarakat yang ingin memanfaatkan lebih banyak barang dan jasa yang tersedia di pasaran. Karena keinginan yang terlalu berlebihan itu, permintaan menjadi bertambah, sedangkan penawaran masih tetap yang akhirnya mengakibatkan harga menjadi naik.

2) Inflasi Karena Bertambahnya Uang yang Beredar (Quantity Theory Inflation)

Inflasi disebabkan karena bertambahnya uang yang beredar dikemukakan oleh kaum klasik yang menyatakan bahwa ada keterkaitan antara jumlah uang yang beredar dengan harga-harga. Apabila jumlah barang tetap namun jumlah uang yang beredar lebih besar dua kali lipat, maka harga barang pun menjadi lebih mahal dua kali lipat.

Untuk kenaikan harga barang secara umum dipengaruhi beberapa faktor yakni :

1) faktor situasi harga di luar negeri, biasanya berkaitan dengan komoditas yang pasokannya bergantung pada impor.
Misalnya ; komoditas bawang putih dimana 90% pasokannya masih diimpor karena Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan komoditas tersebut.

Selain itu, ada juga komoditas daging sapi atau sapi impor yang bergantung pada pergerakan nilai tukar dolar AS bahkan negosiasi dengan negara produsen, seperti Australia.

2) faktor iklim yang bisa mempengaruhi harga suatu komoditas. Misalnya, kenaikan harga cabe merah sering disebabkan oleh cuaca hujan atau musim kemarau yang berkepanjangan. Atau gelombang yg dialami nelayan

“Iklim terkait dengan kondisi yang dihadapi petani, jika kondisinya tidak tepat maka petani tak bisa memanen/gagal panen..dan kalau gelombang nelayan tak dpt melaut.

3. Faktor distribusi.

Jarak tempuh antara sentra produksi pertanian kita cukup jauh…contoh sayur2an dr Detusoko, beras dari Mautenda
Jika kondisi jalan rusak maka akan mengganggu distribusi barang yang pada akhirnya berdampak pada kenaikan harga.

4) Keempat, merupakan faktor spekulasi./spekulan mereka suka menimbun bahan kebutuhan yg mengakibatkan kelangkaan…ini biasa menjelang hari2 raya keagamaan…

5)faktor terakhir…yg juga mempengaruhi linjakan harga. Semoga tak ada di masyarakat kita….adalah tingkat konsumtif masyarakat yg berlebihan. Belanja bukan karena kebutuhan tapi gaya hidup yg berlebihan..iwa pesta taha talo kita…..

Kalau mau murah ya…ke 5 faktor diatas yg hrs disiasati….

Tulisan Ini dihimpun dari Beberapa Sumber Semoga bermanfaat Bagi Kita.

  • Bagikan