Akibat Angin Kencang, Nomleni Tewas Ditindis Pohon

0
898

Oelamasi_KlikNTT.Com– Belakangan ini, akibat angin yang begitu kencang, serta di ikuti hujan di Nusa Tenggara Timur ternyata memakan korban ini yang tak kita duga. Hal ini di alami salah satu warga Desa Kiumasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Marselinus Nomleni, (20 Tahun) yang merupakan salah satu tenaga kontrak di Kantor Gubernur NTT,  tewas tertindis pohon di Jln. Timor Raya, Km.37-38, tepetnya di batas Kelurahan Naibonat dan Desa Kiumasi hari Selasa,(30/01) pagi.

Informasi yang di himpun media ini di lokasi kejadian hari Selasa,(30/01) siang melalui Ibu, Satumak Koebani warga Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang mengatakan, “Anak kandung saya, Arnold Kila, datang ke sini untuk sensor pohon kapok yang ada di sini, baru Mereka liat ternyata ada Orang yang tertindis pohon. Lalu mereka meminta bantuan dan melaporkan kejadian ke pihak kepolisian. “Jadi dong yang pi panggil Orang untuk bantu kasi keluar. Kejadiannya Sekitar jam 04.00 pagi,” jelas Satumak.

Tambahnya  “Dia juga kemungkinan besar mau berangkat ke tempat kerja di Kantor Gubernur NTT, sampe disini pas angin jadi pohon tumbang maka dia kena tendes,” papar Satumak

Sementara informasi lain yang di peroleh media ini melalui Kasat Reskrim Polres Kupang, Iptu. Simson L. Amalo hari, Selasa(30/01) sote via WhatsApp pribadinya mengatakan,
“Benar pada hari ini selasa,(30/01) sekitar pukul 04.30 wita telah terjadi pohon tumbang kejalan raya yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia. Dimana pada saat yang bersamaan Korban yang melintas di TKP ke arah Kupang Tiba – tiba pohon tersebut roboh dan langsung mengenai Korban dan pada saat kejadian korban.”

Lanjutnya, “Sementara korban mengendarai sepeda motor Honda Revo, nomor polisi DH.3731 BC diduga pohon tersebut tumbang akibat angin kencang disertai hujan sehingga pohon tersebut tumbang, karena untuk kondisi pohon tersebut juga sudah cukup tua sehingga pegangan akar pohon tidak kuat lagi dan struktur tanah juga yang kurang bagus,” urain Amalo singkat. (*Boy)