Ini permintaan Mahasiswa eks PGRI NTT, bagi para calon Gubernur NTT

0
738

Kupang_KlikNTT. Com – Kasus Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia di Nusa Tenggara Timur (PGRI NTT) yang tidak kunjung usai,sehingga didirikannya dua Universitas baru, membuat beberapa Mahsiswa eks PGRI NTT berharap pada para calon Gubernur NTT bisa memperhatikan nasip mereka pada saat terpilih nanti.

Mahasiswa saat ini seakan sudah pasrah menerima kenyataan yang ada. Walaupun sehabis kulia nantinya ijasah para Mahasiswa seakan tidak terpakai dalam mencari pekerjaan.

Hal ini, membuat beberapa Mahasiswa bahkan Alumni meminta pada para calon Gubernur NTT agar siapapun yang terpilih dalam pemilihan umum Gubernur dan wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur yang akan di laksanakan pada bula juni mendatang, bisa memperhatikan nasip mereka.

“Sekarang ini saya sudah malas dan tidak mau kulia lagi, karena masalah kampus yang seperti ini. Sudah rugi tapi nanti sia-sia saja”. Kata Samsia salah satu mahasiswa program studi Fakultas dan Ilmu Pendidikan saat di wawancarai Rabu(21/02/18).

Ia pun meminta pada para Calon Gubernur NTT, agar siapapun yang nanti terpilih bisa melihat kondisi mereka selama ini dan kedepannya.

“Andaikan sudah ada kejelasan nanti, saya akan melanjutkan kuliah. Jadi saya mohon siapapun Gubernur yang nanti terpilih, tolong perhatikan nasip kami”. Imbuhnya.

Hal senada juga di sampaikan Efa, salah satu Alumni yang sudah di wisudahkan pada 2016 yang lalu, namun sampai sekarang belum mendapatkan pekerjaan karena ijasah yang belum di akui.

“Saya wisuda dari tahun 2016 yang lalu, saya sudah bosan di rumah terus. Pada saat pembukaan PNS tidak bisa ikut, karna masalah kampus, Swasta pun ada yang tidak terima ijasah PGRI. Jadi tolong siapapun Gubernur yang nanti terpilih nanti. Tolong lihat kondisi kami ini. Kami juga ingin seperti kampus yang lain”. Tutur Efa saat di wawancarai.

Sementara itu, salah satu mahasiswa aktif yang tidak mau menyebutkan namanya dalam pemberitaan ini mengatakan hal yang sama, ia rindu pemerintah secepatnya memperhatikan nasip mereka.

“Walaupun sekarang sudah sah kan dua kampus baru yaitu UPG 1945 dan Unasdem tapi kami masi bingung dengan ini semua, saya sudah semester 9, tapi kok kampus baru didirikan, sudah mau wisuda”. Katanya.

Dia pun menghimbau pada pemerintah terlebih pada calon Gubernur NTT agar bisa punya hati melihat kondisi mereka.

“Seandainya dulu kami Mahasiswa tetap bersatu dan tidak memihak pada kedua belah pihak. Pasti nasip kami tidak seperti ini, sayangnya nasi sudah menjadi bubur. Jadi kami mohon, kondisi kami ini, para Calon Gubernur NTT bisa punya hati pada kami saat terpilih nanti. Agar nasip kami bisa seperti kampus lain yang lebih diakui”. Imbuh mahasiswa tersebut.(Yapi Manuleus)