Bantuan Dana PEM Untuk Kaum Disabilitas Kota Kupang Tidak Tepat Sasaran

  • Bagikan

Kupang_KlikNTT.Com – Bantuan Dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM) untuk penyandang kaum Disabilitas di Kota Kupang tidak tepat sasaran.Demikian diungkapkan sekertaris jajaran Disabilitas Kota Kupang, Elisabeth Rohi Mone, warga Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur saat, “Refresh Training Perencanaan Dan Penganggaran Yang Inklusif Bagi Jurnasil” hari Selasa(15/05) siang di hotel Amaris yang diselenggarakan oleh Humanity dan Inclusif.

Lanjutnya, Dalam perjalanan forum ini, Kami Benar-benar dibimbing oleh Bengkel Apek, dan HI sehingga Kami bisa bangkit bersama Teman-teman supaya bisa mendapat yang sama dengan Teman-teman yang lain, sehingga di Musrembang Kelurahan pun Kami dihadirkan untuk menyampaikan Kebutuhan-kebutuhan Kami. “Memang usulan Kami waktu musrembang tapi tidak masuk. Sementara Dinas Sosial Kota Kupang, dan dalam waktu dekat sekitar 4 orang Teman-teman yang punya keahlian Komputer akan diberangkat ke luar Daerah.”

Untuk bantuan dana PEM ditingkat kelurahan memang banyak sekali Teman-teman yang juga berusaha yakni, Ternak Babi, dan Usaha jualan kue, “Tapi karena keterbatasan dari juknis yang ada, tidak bisa dikasi sembarang kecuali punya usaha. Kalau punya usaha berarti bisa stor kembali. Dan yang ada dikelurahan sesuai dengan pantauan Kami, dana PEM yang di kasi itu tidak merata. Karena dana PEM ini kebanyakan dikasi kepada Orang-orang yang berada,”

Sebenarnya dana itu dikasi kepada Orang-orang yang kebutuhan Ekonominya lemah. Bukan dikasi ke Orang-orang yang sudah sukses. Sehinngga Kami harap agar dana PEM ini dikasi ke Kaum Disabilitas yang ada. “Karena yang Saya tau penerima dana PEM ini bagi kaum Disabilitas, mereka menggunakan dengan baik tetapi mengembalikan dengan baik. Sementara untuk bantuan beras raskin, Kami juga sementara mendata agar dimasukan ke Kementrian agar kalau bisa Disabilitas bisa dapat,” tegas Elis

Sementara, Yudith Haga Kore, salah satu penyandang kaum Disabilitas, warga Kelurahan Nun Baun Sabu, Kecamatan Alak, sebagai mana Ia menceritakan perjalanan hidupnya sejak Ia hendak menlanjutkan studi Pendidikan ditingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), walaupun dengan kondisi seorang penyandang Disabilitas, tetapi Ia ingin mengenyam Ilmu Pendidikannya yang lebih tinggi tetapi selalu di pandanng dengan sebelah mata karena sebagai penyandang Disabilitas.

Dan akhirnya diterima untuk melanjutkan studinya ditingkat,Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 (SMK N 6) Kota Kupang. Setelah manjalani proses kegitan belajar mengajar, Para Guru menilai bahwa Ia bisa memperoleh hasil yang memuaskan, dan mengikuti Ujian Nasional pun juga dinyatakan Lulus, dan melanjutkan ke bangku perkuliahan, dan Ia memilih kuliah di Teknik.

Lalu Ia adalah salah satu yang mewakili NTT mengikuti lomba Jambore Tip di Jogyakarta untuk seluruh Indonsia, dan diikuti oleh 10 Propinsi, untuk NTTĀ  10 peserta. “Sehingga, Saya salah satu yang mewakiki NTT sebagai pemenang. Dan waulupun bukan sebagai juara 1 tingkat Nasional tetapi Saya sangat senag karena Saya di terima dengan baik, dan mereka disana adalah lebih mempreoritaskan Orang-orang Disabilitas.” jelas Yudith

Saya sangat berharap supaya Kota Kupang ini kalau bisa pekerja itu Disabilitas juga ada. Karena disini mau cari kerja saja agak susah. “Jadi untuk sementara Saya berusaha membuka pangkas rambut di Nun Baun Sabu,” beber yudith.

Turut hadir pada kesempatan itu, Fasilitator Bengkel Apek, Vinsen Bureni, Projeck Of Ficcer HI, Siska Solokana, serta Beberapa Media cetak, Media On Line, dan media Eletronik. (Boy)

  • Bagikan