PT. CSR Indonesia Adakan Studi Analisa Usaha Tani Dipersawahan Kom Kelurahan Babau

0
443

Oelamasi_KlikNTT.Com- PT. Caraka Swara Raharja Indonesia (CSR), Bogor bersama warga Babau mengadakan studi analisa usaha tani di persawahan kom, Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur hari Senin,(28/05) pagi.

Direktur Utama PT. CSR Indonesia Bogor, Noviansyah Manap ketika diwawancarai dilokasi persawahan kom mengatakan, “Kita hari melakukan Studi Analisa Usaha Tani (SAUT) di Kelurahan Babau ini. Kita ingin memgetahui pendapatan Petani di sawah, atau tambak garam tradisional yang ada disini.”

Intinya Kami diminta oleh Perusahan PT. Puncak Keemasan Garam Dunia (PKGD), supaya tau persis perolehan Masyarakat di sekitar persawahan kom. Karena Mereka semua yang hadir disini adalah penggarap lahan Hak Guna Usaha (HGU). Makanya Kami tanya Mereka Satu-satu supaya perusahaan ingin mengetahui seberapa besar penghasilan Mereka. “Jadi, kalau perusahaan jadi beroprasi ke Daerah ini, Mereka harus memberikan lebih baik dari oada pendapatan awal Masyarakat yang ada di sini,”jelas Manap.

Kita memang diminta untuk studi. Karena memang Kita perusahaan riset. Jadi Mereka minta supaya Kita melakukan riset pertanian. Kita tidak ada urusan dengan Ijin HGU, intinya kita melakukan studi. Kita juga bersama dengan Teman-teman dari Undana. Dan yang Kita tau ini kan lahan HGU Pt. Panggung yang dari dulu, dan akan ada tambak garam.

“Kami harap kalau Mereka masuk ke sini, kalau bisa ada kerja sama yang baik. Dan bicara soal Ijin HGU yang dari Tahum kemarin, kan masih ada, dan masih berfungsi untuk beraktifitas atau digunakan. Artinya dari BTPN masih ada ijinya,” beber Manap

Melkianus Eliasar Koa, Koordinator Persawahan Kom ketika ditanya terkait mengatakan, Memang dari dulu hingga sekarang semua sama. “Awalnya PT. Panggung Guna Gana Semesta. Dan apakah sudah diserahkan atau belum, Saya tidak tau. Sehingga Akhir-akhir ini yang ada adalah PT. PKGD. Jadi pemilik Ijin HGU-nya milik perusahaan, tapi kami tetap kelola lahan ini.”

Ini akan bentuk soaialisasi dari PT. PKGD, karena beberapa waktu lalu Kita adakan pertemuan di Kelurahan,supaya kalau bisa Lahan-lahan pertanian itu tetap. Masyarakat yang mengelola, dan yang bisa untuk PT. “PKGD beroprasi ya, di seputaran pinggir pantai (Harak). Dan kalau memang dia mau datang untuk tambak garam? Ya, Saya menerima itu,” papar Koa. (Boy)