Puluhan Pedagang Pasar Mbongawani Ende Datangi Kantor DPRD, Ini Tuntutannya !

0
381

Ket Foto : Para Pedagang Sedang Berada di Ruangan Kantor DPRD Kabupaten Ende

Ende_KlikNTT.Com_Puluhan Pedagang yang berdagang di pasar mbongawani Ende datangi kantor DPRD Kabupaten Ende, Kedatangan Para pedagang di kantor DPRD untuk menyampaikan keluhannya terkait sistim pengaturan penempatan lapak di Pasar Mbongawani-Ende karena Menurut mereka bahwa menjelang pembangunan pasar modern Mbongawani-Ende sebagian pedagang yang menempati lapak yang akan dibangun direlokasi oleh petugas ke lapak bawah (Pinggir pantai)(19/6/2019).

Pantauan media ini salah seorang perwakilan pedagang di hadapan anggota DPRD meminta agar pedagang sayur ditempatkan di depan (Pinggir jalan) mengingat sayur tidak bisa bertahan lama dan mudah rusak sehingga mudah terjangkau pembeli . Sementara retribusi harian terus di tagih tiap hari dan dibayar. Kami minta Pemerintah dan DPRD kabupaten Ende mendengar keluhan kami.

Menjawab Keluhan Pedagang Tersebut Kasat Pol PP Kab. Ende  Haris Abdul Madjid mengatakan” Kami sudah bekerja sesuai instruksi Plt. Bupati Ende tentang pembentukan Tim Kerja pengaturan pasar Mbongawani Ende.

” Pada saat merelokasi pedagang dari lapak yang akan dibangun kembali Tim menemukan kesulitan karena pedagang sulit diatur. Para pedagang lebih memilih berdagang di jalan ketimbang menempati los yang telah disiapkan dan diatur. Dalam hal ini petugas tetap pada prinsip bahwa ini harus di atur agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Haris Menambahkan Petugas tidak menemukan kesulitan akan ketersediaan lapak karena cukup banyak pedagang yang harus di relokasi. Petugas sedang memproses ijin ke pihak Polres Ende untuk menutup Jl. Martadinata agar bisa di atur sebagai lapak “, tuturnya.

Sementara anggota DPRD Kabupaten Ende Ambrosius Reda mengatakan  kita ketahui bersama bahwa Pasar Mbongawani Ende akan dibangun kembali menjadi pasar modern dengan konstruksi 2 lantai, kita berharap pasar mau dikembangkan dalam bentuk apapun semua pedagang harus diakomodir.

” Terkait berjualan dibadan jalan selalu berurusan dengan Pol PP, setau kami ada banyak los pasar sayur kosong, tidak ada penjual mau masuk ke dalam los pasar, penjual lebih memilih menjual di badan jalan”, katanya .

Ambros Menambahkan kami sarankan Sebaiknya kita semua para pedagang yang ada di pasar tersebut menerima apa yang di diatur oleh petugas untuk semua menjual di los pasar yang disiapkan,dan kita harapkan agar semua harus diperlakukan sama, Sehingga semua harus berjualan di dalam los pasar jangan di badan jalan.

Ia berharap pemerintah daerah  dalam hal ini Pol PP dan Disprindag harus atur yang baik dan  tidak merugikan, karena sesungguhnya yang mau kita rubah ini bukan rejeki atau penghasilan pedagang orang perorang tetapi perilaku dari para pelaku pasar baik itu penjual maupun pembeli.Tegas Ambros.(EN)