Bank NTT menjadi rumah perbendaharaan dan kesejahteraan rakyat NTT

0
224

Ket Foto : Dirut Bank NTT Izak Eduard Rihi Saat Melayani Nasabah

Kupang,KlikNTT.Com–Di tengah tantangan dan persaingan bisnis industri jasa keuangan, khususnya industri perbankan yang semakin kompleks dan juga persaingan antar bank yang semakin kompetitif, Bank NTT terus bertransformasi . “Tidak hanya mewujudkan visinya sebagai Bank yang sehat, kuat dan terpercaya, namun Bank NTT menjadi rumah perbendaharaan dan kesejahteraan rakyat NTT,”

Hal Ini disampaikan Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi dalam sambutannya pada Upacara Bendera dalam rangka memperimgti Hari Ulang Tahun (HUT) Bank NTT yang ke-57 di Kantor Pusat Bank NTT, Rabu (17/7/19).

“Untuk mewujudkannya maka Bank NTT membuka ruang dan akses yang lebih luas kepada masyarakat NTT untuk percepatan pemulihan dalam pembangunan ekonomi NTT menuju NTT Bangkit, NTT Sejahtera dalam bingkai NKRI.

Izak Menambahkan Bank NTT menjadi mitra strategis pemerintah dengan menerapkan 2 grand target strategis, yaitu (1) Berperan aktif dalam penurunan angka kemiskinan dan pengangguran di NTT dengan pembiayaan usaha produktif; dan (2) Mendorong terciptanya percepatan pertumbuhan ekonomi melalui pembiayaan infrastruktur pelayanan publik dan industrialisasi komoditi unggulan di NTT.

Hal tersebut sejalan dengan program transformasi Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia yang bertujuan menjadi bank yang berdaya saing tinggi (kompetitif), menguatkan ketahanan kelembagaan (kuat), serta memberikan kontribusi signifikan (kontributif) bagi pertumbuhan pembangunan ekonomi di daerah.

“Searah dengan visi dan misi Bank NTT dan program Transformasi BPD, Bank NTT berhasil mencapai kinerja keuangan yang cukup menggembirakan, selama tahun buku 2018 dengan mencatat Laba Bersih setelah pajak sebesar Rp 250,82 miliar,” ujar Izhak.

Pencapaian selama tahun buku 2018, kata Izhak, menjadi landasan bagi Bank NTT melangkah lebih baik di tahu buku 2019 dengan kondisi internal yang masih dilakukan pembenahan dan tantangan eksternal yang semakin meningkat. Dalam semester pertama posisi Juni 2019, rincinya, Bank NTT membukukan kinerja keuangan dengan : Total asset sebesar Rp 14,7 Triliun, penghimpunan dana pihak ketiga sebesar Rp 11,5 Triliun. Penyaluran kredit sebesar Rp 9,4 triliun.

Izhak mengakui, meskipun dari segi aset, kredit dan dana secara yoy (year on year/dari tahun ke tahun, red) dalam perode yang sama mengalami peningkatan, namun pertumbuhannya masih jauh dari target laba Rp 500 M yang ditetapkan. “Sejak dilantiknya pengurus baru Bank NTT pada tanggal 11 Juni 2019 lalu di Labuan Bajo, Bank NTT berkomitmen untuk menerapkan transformasi dan efisiensi di berbagai lini guna mencapai target laba tersebut,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Izhak mengucapkan terima kasih kepada Gubernur, Bupati/Walikota se-NTT, Pemegang saham seri B, dan DPRD Provins/kabupaten/kota se-NTT yang telah mendukung Bank NTT. “Pada momentum yang berbahagia ini, kami ingin menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat NTT dan seluruh nasabah Bank NTT selaku stakeholder,” ucapnya. (Fred/cn)