Empat Penyandang Disabilitas Dari Ngada Ikut Jambore Tingkat Nasional di Cibubur

0
696

Nagekeo_KlikNTT.Com-Empat orang siswa  penyandang disabilitas dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Malaruruma Kecamatan Aesesa, bersama perwakilan dari Kabupaten Ngada, akan  mewakili Provinsi NTT menghadiri Jambore Pramuka Disabilitas Tingkat Nasional di Cibubur, yang akan dilaksanakan tanggal 12-19 Agustus 2019 mendatang.Mereka adalah Yohanes Don Bosco Kodi Owa (Tuna Grahita), Heribertus Ajo Nuwa (Tuna Rungu/Wicara),Paskarina Ulim Nio (Tunagrahita) dan Maria Ida Lela Rewang (Tuna Rungu/Wicara).

Saat ditemui media di Puskesmas Danga, Rabu,(07/08/2019),keempat orang siswa tersebut sedang menjalani pemeriksaan kesehatan didampingi oleh dua orang gurunya.

“Pemeriksaan kesehatan ini dilaksanakan untuk mendapatkan surat keterangan sehat, salah satu syarat utama untuk mengikuti kegiatan Jambore,” demikian disampaikan Yosafat Monka, Pembina Pramuka SLBN Malaruma.

Yosafat menjelaskan bahwa dirinya bersama Pendamping Pramuka lainnya Marta Assan, bertugas mendampingi siswa-siswinya mengikuti kegiatan Jambore Pramuka Disabilitas Tingkat Nasional.Terkait persiapan yang dilakukan menjelang kegiatan,Yosafat menyatakan bahwa tidak ada persiapan khusus.” Yang paling penting adalah kami mengingatkan siswa-siswi untuk menjaga kesehatan.Sementara untuk latihan Pramuka,kami telah intensifkan selama satu minggu.Tentu kegiatan dan pelajarannya disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan mereka,”jelasnya.

Maria Ida Lela Rewang,siswa kelas XI SLBN Malaruma menyatakan bahwa dirinya sangat senang dapat mengikuti kegiatan jambore.Dengan menggunakan bahasa isyarat yang diterjemahkan gurunya, Marta Assan, Ida menyatakan bahwa dirinya belum pernah ke Jakarta.”Nanti mau jalan-jalan, ketemu teman baru dan mencari pengalaman,”kata Maria

Hal yang sama disampaikan oleh Yohanes Don Bosco Kodi Owa, yang akrab disapa Bosco.Bosco menjelaskan bahwa dirinya tidak menyangka bisa mengikuti kegiatan di Jakarta.”Saya kira yang bisa ikut kegiatan jambore hanya anak-anak yang tidak menyandang disabilitas.Ternyata ada acara khusus untuk kami.Saya sangat bersyukur,”ujarnya.

Amat,S.Pd,Kepala SLB Negeri Malaruma menyampaikan bahwa dirinya sangat bersyukur karena Pemerintah Pusat mengadakan kegiatan Jambore Pramuka Khusus Penyandang Disabilitas.”Saya sangat berbahagia karena ada perhatian yang cukup besar dari Pemerintah Pusat kepada anak-anak disabilitas.Saya yakin bahwa kegiatan jambore ini akan sangat mendukung perkembangan mental anak-anak tersebut,” jelasnya.

Amat menambahkan keempat siswa-siswi tersebut dipilih karena dinilai mampu untuk mengikuti kegiatan tersebut.”Harapan saya mereka dapat bersenang-senang dalam kegiatan tersebut.Tentu akan ada banyak pelajaran dan pengalaman baru yang mereka pelajari,” katanya.

Amat mengharapkan bahwa kegiatan-kegiatan positif yang berhubungan dengan siswa-siswi penyandang disabilitas dapat terus dilaksanakan.”Sebab mereka berhak untuk belajar,berprestasi, berorganisasi seperti anak-anak lainnya.Dan karena kegiatan-kegiatan tersebut akan menumbuhkan rasa percaya diri mereka,” tambahnya.

Lanjut Amat jumlah siswa-siawi di SLB Negeri Malaruma adalah 30 orang.”Setiap tahun siswa kami terus meningkat.Tetapi sejujurnya kami masih memiliki kendala dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik,”ungkapnya.

” permasalahan yang dialaminya antara lain sarana prasarana,fasilitas dan ketersediaan air bersih.”Semoga ada perhatian dari pemerintah dan pihak lainnya.Sebab meskipun menyandang disabilitas, anak-anak tersebut memiliki hak yang sama untuk belajar.Mereka juga merupakan generasi muda Nagekeo yang akan berperan dalam pembangunan di masa depan,”katanya. (VD).