Oni Benyamin : Bupati Kupang Sangat Peduli Dengan Persoalan Lahan Tambak Garam Di Nunkurus

0
349

Oelamasi_KlikNTT.com Bupati Kupang sangat peduli dengan persoalan lahan tambak garam di Desa Nunkurus yang selama ini diperjuangkan bersama Relawan Jokowi.Hal ini disampaikan Oni Benyamin Perwakilan dari ketujuh suku yakni, keluarga Seik, Takuba, Polin, Tanone, Benyamin, Gago, serta lainnya yang mempunyai lahan tambak garam di lokasi tersebut  kepada awak media Selasa(20/09) siang di Sonaf Babau, Kecamatan Kupang Timur.

“Kemarin Bupati Kupang juga menyampaikan permohonan maaf terhadap ketujuh suku keluarga, karena selama ini Bupati Kupang tidak mendapat laporan detail tentang persoalan yang ada. Karena persoalan yang terjadi dilokasi tambak garam ini memang cukup rumit.

Oni Menambahkan Pak Bupati datang untuk bertemu kami, ternyata beliau sangat perihatin dengan persoalan yang ada, dan juga beliau kaget kalau selama ini tidak ada masalah dan semua aman-aman saja. Ternyata panen garam perdana oleh Pak Presiden RI bukan lahan tambak garam milik masyarakat tetapi milik investor atau Pt. Timor Livestock Lestari (PT. TLL). Dan Kami juga minta agar Pak Bupati bisa melihat situasi yang kami hadapi sesuai janji yang sudah Beliau sampaikan di Sonaf Oni Nama. Jadi Kami dari keluarga tujuh suku ini sangat mendukung kedatangan Presiden RI, Joko Widodo”, jelas Benyamin.

Sementara Bertus Seli, anggota Relawan Jokowi NTT meminta kepada Bupati Kupang agar apa yang sudah disampaikan dapat dilaksanakan demi kesejahteraan masyarakat. Jangan sampai dengan adanya kedatangannya Pak Jokowi karena adanya salah satu kepentingan saja.  “Karena yang Beliau mau panen garam itu dilokasi itu yang bermasalah yakni yang dikelola eloh Pt. TLL. Jadi Jangan sampai Pak Bupati datang hanya sekedar omng saja,” jelas Seli

Yogi Bugu, Ketua Bara JP NTT mengatakan bahwa yang diperjuangkan adalah, keadilan sosial yakni sila kelima pancasila. Karena Pemerintah itu hadir bahwa Benar-benar memberi keadilan bagi masyarakat. “Jangan sampai diduga Pak Jokowi sepertinya dijebak bagi orang-orang yang punya kepentingan. Kami juga bisa menyampaikan langsung kepada Bapak presiden agar mengambil solusi yang tepat. Jangan hanya karena ada dusta di antara Kita”, beber Yogi.

Sementara Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kupang, Yohanis Mase, yang dimintai tanggapan terkait, Selasa(20/08) sore di sonaf oni nama, Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang mengatakan, kunjungan Presiden RI ke Desa Nunkurus, untuk panen garam perdana milik Pt. TLL jangan sampai dibohongi. Karena informasi yang diterima di pusat atau Istana Negara, “Bahwa akan panen garam dilahan milik masyarakat. Tetapi yang terjadi di lokasi ternyata bukan lahan milik masyarakat namun milik investor atau pengusaha”.

Dirinya menilai bahwa ini merupakan salah satu upaya untuk menipu Presiden RI. Jangan mencaplok nama rakyat untuk memperkaya diri.

“Ini patut kita duga, jangan sampai ada praktek-praktek curang untuk menguasai lahan demi kepentingan orang tertentu namun atas namakan rakyat. Memang kita mengakui bahwa ada panen oleh Pak Presiden RI, Joko Widodo di Kabupaten Kupang sangat baik. Tetapi lahan untuk panen garam itu miliknya siapa, dan lahan masyarakat siapa yang mau dipanen? Sebagai kader PDIP, jangan mengatas namakan rakyat hanya untuk memperkaya diri orang-orang tertentu. Kita harus ikuti aturan yang ada sesuai UU yang berlaku”, beber Mase.

Ia menambambahkan, dengan adanya pembagian sertifikat Ia sangat mengapresiasikan ini, karena pembagian setelah ada ferifikasi ulang. “Ia ikuti saja langkah yang diambil oleh Pak Bupati Kupang,  dan Ia akan menyampaikan hal ini ke, Joko Widodo agar tanggal 22 usai kunjungan, Ia bersama ketujuh suku ini turun ke lokasi tambak garam tersebut untuk meninjau ulang lokasi itu”, tegas Mase. (Boy)