2,3 M Pekerjaan Tanggap Darurat Belum Dibayar

0
282

Nagekeo, KlikNTT.Com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo belum membayar 19 paket pekerjaan tanggap darurat bencana sebesar Rp 2.381.028.125. Hal tersebut disebabkan karena dana tak terduga sebesar Rp 3.000.000.000 yang bersumber dari  DPA Badan Keuangan Daerah Kabupaten Nagekeo Tahun Anggaran 2019, telah habis digunakan untuk membiayai 47 item pekerjaan tanggap darurat bencana.

Untuk membayar 19 item pekerjaan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Nagekeo telah mengajukan Telaahan Staf kepada Bupati Nagekeo untuk meminta tambahan anggaran pada sidang pembahasan Perubahan APBD Kabupaten Nagekeo Tahun Anggaran 2019.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nagekeo, Barnabas Lambar kepada Media, jumat,23 Agustus 2019, membenarkan bahwa pihaknya telah mengajukan telaahan staf kepada Bupati Nagekeo.”Benar bahwa kami telah mengajukan telaahan staf kepada Bupati Nagekeo untuk meminta tambahan anggaran bagi 19 paket pekerjaan tanggap darurat bencana,”katanya.

Barnabas membenarkan bahwa dana tak terduga sebesar 3 Miliar Rupiah sebelumnya, telah digunakan untuk membiayai 47 item pekerjaan tanggap darurat bencana yang terjadi dari Bulan Januari-Bulan Juli 2019.Lebih lanjut Barnabas menyatakan bahwa dirinya berharap agar pos dana tak terduga yang selama ini berada di Badan Keuangan Daerah dapat dipindahkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Nagekeo.”Saya harapkan agar Pos Dana Tak Terduga dapat dikelola oleh BPBD. Agar anggaran tersebut dapat menjadi bagian dari kinerja BPBD,”katanya.”Selama ini kami yang kelola,tetapi keberhasilan tersebut menjadi bagian dari kinerja Badan Keuangan Daerah,”jelasnya.

Berikut 19 item pekerjaan dana tanggap darurat BPBD Kabupaten Nagekeo yang belum dibayarkan:

-Pekerjaan tandon rentensi Kobafesa Desa Aeramo, sebesar Rp. 133. 465. 260; -Pembersihan longsoran badan jalan di Nabe-Labaraga, Nabe-Batawa, Nabe-Mudewada, Nabe-Woloyadawae,Nabe- Maukeli sebesar Rp. 260. 631. 250

-Pembersihan tanah longsor di Pagowolo Kota Keo dan Selejo Timur Rp 215.505.000

-Pekerjaan Tandon Rentensi saluran pengarah banjir, normalisasi kali di Desa Anakoli, sebesar Rp 320.841. 094 dan tandom rentensi saluran pengarah banjir di Desa Totomala sebesar Rp 223. 069. 688.

-Pekerjaan tandon retensi saluran pengarah normalisasi kali di Mbepa, Desa Tendakinde sebesar Rp 202.372.500.

-Tandon retensi, turap, trap teras di Malasera, Pusu Manu di Kelurahan Danga sebesar Rp 185.508.125

-Pekerjaan tandon retensi di Ulu Wolo 2 Kelurahan Lape sebesar Rp 433.909.063

-Bantuan meja kursi belajar di SMPN Nangaroro, Rp 50. 000.000.

-Bantuan dampak angin kencang rumah penduduk di Desa Ulupulu I, Rp 5. 000.000.

-Bantuan dampak angin kencang rumah penduduk di Desa Bidoa, sebesar Rp  10.000.000.

-Bantuan dampak tanah longsor rumah penduduk di Kelurahan Nangaroro, sebesar Rp 5. 000.000.

-Bantuan dampak angin kencang rumah penduduk di SDI Bidoa, Desa Bidoa sebesar Rp 10.000.000.

-Bantuan dampak angin kencang SDI Fataleke, Desa Bidoa sebesar Rp 10.000.000.

-Bantuan dampak angin kencang Posyandu Fataleke, Desa Bidoa sebesar Rp. 7. 000.000. (VD).