Usai Melahirkan, Gadis Asal TTS Buang Bayinya ke Pinggir Kali Noelmina

  • Bagikan

KUPANG-KlikNTT.Com_Olifa Neni Taek (19) warga Desa Nifukani, Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS) diamankan polisi karena membuang bayinya usai melahirkan.

Olifa ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan kasus penemuan bayi laki-laki di Jembatan Noelmina, Desa Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang pada Minggu (8/12) sekitar pukul (07.00) wita.

Kapolsek Takari, IPDA Arifin Abdurahman menuturkan kejadian ini berawal dari polisi mendapat informasi dari warga adanya penemuan bayi. Berdasarkan informasi ini, polisi langsung diterjunkan ke lokasi dan menemukan bayi malang itu masih dalam keadaan hidup.

Karena melihat kondisi bayi dalam keadaan lemah, polisi kemudian membawanya ke Puskesmas Takari untuk mendapatkan perawatan khusus.

“Bayi ini kita duga dibuang ibunya setelah melahirkan. Akhirnya kita bawa ke Puskesmas Takari. Pihak dokter kemudian merujuk ke RS Naibonat,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (10/12/2019).

Setelah menyerahkan bayi ke petugas medis, polisi pun melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi pun turut diperiksa guna mencari siapa ibu bayi itu.

Dari keterangan saksi, terungkap bahwa seorang perempuan yang dicurigai sempat datang ke rumah tetangganya kemudian pulang dan meninggalkan bercak darah.

Dari bercak darah, polisi mendatangi rumah, Wilhelmina yang disebut saksi. Dari keterangan Wilhelmina inilah terungkap ibu bayi laki-laki itu.

“Setelah kita dapat keterangan saksi, kita langsung berkoordinasi dengan Kasat Serse Polres TTS untuk mendapatkan informasi lanjutan terkait pelaku dan kepala desa setempat,” katanya.

Setelah melakukan pemeriksaan, pelaku pun mengakui perbuatannya. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa pakian yang masih ada bercak darah.

Dihamili Pacar

Kepada polisi, Olifa mengaku dihamili pacaranya yang merupakan karyawan di Hotel Silvia Kupang.

Untuk menutupi aibnya, ia mengaku ke orangtuanya jika ia sedang menderita penyakit usus yang menyebabkan pembengkakan di perutnya.

“Pelaku menipu orangtuanya dan mereka percaya begitu saja,” imbuhnya.

Setelah berhasil mengelabui orangtuanya, pelaku kemudian meminta ijin berangkat ke Kupang menemui kekasihnya.

Minggu, 8 Desember 2019 sekitar pukul 19.00 wita, ia kemudian menumpangi bus kembali ke kampungnya. Namun, dalam perjalanan, ia merasa perutnya sakit. Ia kemudian memutuskan mampir ke rumah tantanya di Rt 03 Rw 03, Desa Noelmina.

“Saat di rumah tantanya, pelaku pergi ke pinggir sungai dan melahirkan bayinya. Bayi laki-laki itu dibiarkan begitu saja hingga ditemukan warga,” tandasnya.

Saat ini pelaku serta barang bukti sudah diserahkan Polres Kupang guna diproses hukum. (Boy)

  • Bagikan