Pacu Ekspor, Pemkab Ende Tanda Tangan Nota Kesepahaman dengan Karantina Pertanian

0
151

Ende_KlikNTT.com Tindak lanjut dari rapat koordinasi dan sinergitas serta giat ekspor dan investasi pertanian, Pemerintah Kabupaten Ende tanda tangan nota kesepahaman dengan Badan Karantina Pertanian. Penandatanganan dilakukan di Kantor Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang dilakukan oleh Bupati Ende Djafar H. Achmad dan Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil, Ph.D yang disaksikan langsung oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan para pejabat eselon I di Jakarta, (13/12).

“Penandatanganan nota kesepahaman ini sebagai komitmen antara Pemkab Ende dan Badan Karantina Pertanian. Tindak lanjut dari rapat koordinasi beberapa hari sebelumnya di Ende. Isinya mengenai kesepahaman dalam meningkatkan produksi dan produktivitas serta akselerasi ekspor komoditas pertanian di Kabupaten Ende dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing,” kata Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende Yulius Umbu Hunggar dalam keterangan tertulisnya.

Adapun tugas dan tanggung jawab Pemkab Ende dalam nota kesepahaman, Yulius menyebutkan diantara adalah melakukan permohonan pengadaan benih/bibit kepada Direktorat Jenderal Perkebunan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Hortikultura, dan Direktorat Jenderal Peternakan yang difasilitasi Badan Karantina Pertanian, mendorong investasi pertanian di Ende. Tanggung jawab lainnya yaitu memfasilitasi dan menyiapkan infrastruktur untuk ekspor komoditas pertanian, mengoptimalkan produktivitas lahan, serta melakukan bimbingan teknis kepada petani dan peternak dalam hal memacu produktivitas dan penanganan pascapanen.

“Tugas dan tanggung jawab Karantina Pertanian sesuai dengan tupoksinya yaitu menjaga masuk dan tersebarnya HPHK (Hama dan Penyakit Hewan Karantina) dan OPTK (Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina) serta pengawasan keamanan hayati, dan memfasilitasi sertifikasi komoditas ekspor sesuai ketentuan yang berlaku untuk akselerasi ekspor,” paparnya.

Yulius mengatakan seperti diketahui bersama, Ende memiliki nilai historis yang tinggi sebagai kota sejarah dan juga penghasil rempah-rempah. Peran Pemkab Ende sangat untuk mendorong ekspor komoditas pertanian yang patut dibanggakan. Hanya saja saat ini perlu peningkatan produktivitas dan kontiunitas untuk memenuhi kebutuhan pasar global.

Selain itu, Yulius menjelaskan sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang telah mencanangkan Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks), tentunya Ende mampu menjadi bagian di dalamnya. Semoga kerja sama antara Pemkab Ende dan Karantina Pertanian dapat segera terwujud dengan fasilitas dan infrastruktur yang memadai. Otoritas lainnya pun bisa menyesuaikan untuk mendukung ekspor dari Kabupaten Ende

“Bapak menteri dan kepala badan sangat mengapresiasi kerja sama ini. Komitmen pemerintah daerah akan terus kami dukung dengan tupoksi kami. Dan yang terpenting untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Ende tentunya. Tidak hanya peran pemerintah, tapi juga petani dan elemen masyarakat lainnya juga tidak kalah penting karena merekalah ujung tombak yang bersinergi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Yulius.

Menurut Yulius, Ende sudah rutin melakukan pengiriman komoditas unggulannya ke luar negeri. Namun, sementara ini masih melalui daerah lain seperti Surabaya, Jakarta dan Medan. Komoditas itu misalnya kopi, porang, dan jamur susu harimau. Pasarnya juga sudah jelas yaitu Tiongkok dan beberapa negara lainnya. Ende pun masih terbuka luas untuk investasi pertanian termasuk di bidang karantina seperti fumigasi dan rumah burung sarang walet.

“Pengiriman sarang burung walet dengan volume yang lumayan banyak dan rutin yaitu dari Lembata. Sarang burung walet alamiah dari gua memiliki kualitas yang tinggi dan tentunya nilai ekonomisnya pun tinggi. Di daerah lainnya termasuk Ende pun bisa membuka rumah sarang burung walet (buatan-red). Selain bisa membuka usaha baru juga lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Potensi ekspor sangat banyak, Yulius menambahkan, tinggal langkah nyata dari semua pemangku kepentingan untuk nmewujudkannya sesuai tugas dan tanggung jawab. Termasuk masyarakat di dalamnya. Badan Karantina Pertanian dalam pemanfaatan teknologi informasi juga menyediakan aplikasi iMACE (Indonesian Map of Agricultural Commodities Exports) sehingga pemerintah daerah bisa mengetahui dan memetakan komoditas pertanian ekspor di wilayahnya.

Penulis : Elton Rete