Kabupaten Kupang Duduki Urutan ke–11 Pengidap HIV/AIDS

  • Bagikan

Oelamasi_KlikNTT.com- Kabupaten Kupang menduduki urutan ke–11 dari 22 Kabupaten/Kota se–NTT yang menderita HIV/AIDS.

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe saat menghadiri dan membuka acara memperingati Hari AIDS se Dunia di pantai Sulamanda, Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang Senin,(16/12) sore yang nertemakan “Bersama masyarakat meraih sukses”, di Kabupaten Kupang Tahun 2019 bekerjasama dengan Gerakan Masyarakat (Germas) hidup sehat, Komisi Penanggulangan AIDS.

Yesai Lanus, selaku ketua panitia pelaksana saat membacakan laporannya menguraikan pelaksanaan hari AIDS sedunia dilaksanakan setiap tanggal 1 Desember merupakan suatu momentum penting dan strategis dalam rangka, upaya memantapkan komitmen sekaligus untuk memperkuat sinergi dari semua komponen Bangsa, bersama-sama melakukan berbagai program penanggulangan AIDS termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menghindari berbagai perilaku beresiko, yang menyebabkan tertularnya HIV/AIDS.

Sementara Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe diawal sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia penyelenggara yang melaksanakan acara ini di pantai Sulamanda. Jadikan pantai ini tempat wisata yang mencegah AIDS bukan sebagai tempat tertularnya AIDS. Terima kasih juga disampaikan Jerry kepada Kepala Desa Mata Air, karena Desa ini tanggap dan tangkap terhadap Bursa Inovasi Desa dan juga program 5P yaitu Pariwisata.

Lebih janut, Terhadap masalah AIDS Ia menjabarkan data HIV/AIDS dari Provinsi NTT hingga september 2019 terdapat 6.554 kasus dan khusus Kabupaten Kupang, “Berjumlah 276 kasus dan menduduki urutan ke 11 dari 22 Kabupaten/Kota se-NTT. Dan yang meninggal sebanyak 25 kasus serta terbanyak pada kelompok usia (15-49 Tahun). Dengan prosentase tertinggi adalah penyebaran pada ibu rumah tangga dgn jumlah 80%. Atas dasar itu Ia meminta kepada para Camat dan Kepala Desa bahwa di tahun 2020 ada penambahan dana desa menjadi 2 miliar”, jelas Jerry.

Manfaatkanlah dana tersebut salah satunya dengan membentuk Warga Peduli Aids (WPA) sebagai koordinator penanggulangan aids di tingkat Kelurahan/Desa, dan Kecamatan dibawah koordinasi Komisi Penanggulangan Aids (KPA). Dirinya menghimbau, kepada KPA Kabupaten Kupang perlu juga mencari cara atau formulasi yang tepat sehingga masyarakat tidak takut, tidak malu pada saat diminta untuk melakukan tes darah.

Sebab deteksi awal dan pencegahan dini sangat penting mulai dari diri kita sendiri, keluarga dan masyarakat. Ia mengharapkan agar setiap puskesmas memberikan pelayanan konseling dan tes HIV termasuk sarana dan prasarana yang mandiri. Dukungan psikologis, dukungan sosial dan dukungan lainnya sangat diperlukan bagi ODHA (Orang dengan HIV/AIDS), sebab Mereka juga memiliki hak dasar sebagai Manusia dan sebagai Warga Negara tanpa stigma dan diskriminasi.

Ia meminta kepada semua unsur terkait dalam upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan Virus berbahaya di wilayah Kabupaten Kupang, dapat tercapai 3 zero pada tahun 2030 yaitu zero infeksi baru HIV, zero kematian akibat AIDS dan zero stigma dan diskriminasi. “Marilah bergandeng tangan, bersama-sama gotong royong melakukan langkah-langkah aktif dalam pencegahan penularan HIV/AIDS seperti menjauhi faktor-faktor resiko tertular virus HIV/AIDS”, tegas Jerry.

Turut hadir pula Kapolsek Kupang Tengah, Pimpinan OPD lingkup Pemkab Kupang, para Camat dan Kepala Desa, serta pemerhati komunitas dan Pegiat HIV/AIDS. (Boy)

  • Bagikan