Suara dari Timor, Ini Kata Mereka Tentang Pelayanan Bank NTT

0
234

Kupang_KlikNTT.Com_ Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT, semakin hari semakin menunjukkan berbagai macam kemajuan dalam pelayanannya kepada masyarakat NTT. Jaringan Bank NTT sudah mulai memadai dan menjangkau kebutuhan masyarakat akan bank ini.

Kemajuan Bank NTT ini juga tidak terlepas dari banyaknya harapan dan impian nasabah yang mengharapkan pelayanan yang mudah, murah dan cepat serta pelayanan yang sepenuh hati. Harapan ini sesuai dengan rekaman KLIKNTT di Pulau Timor, baik itu nasabah mau pun masyarakat NTT yang bukan nasabah Bank NTT.

Sebut saja, seorang pengusaha, Ashadi Sirajudin mengaku bahwa kualitas pelayanan Bank NTT sudah mulai tertata dengan baik dan menyenangkan, layaknya sebuah bank nasional yang memberi pelayanan penuh senyum.

“Pelayanannya sudah semakin baik, sekarang kalau kita ke Bank NTT tidak jenuh, pegawainya ramah, cantik-cantik dan tampan. Ini yang diharapkan orang luar NTT. Kalau mereka mau simpan uangnya tidak perlu takut, karena pelayan Bank NTT tidak seperti yang dikisahkan orang luar NTT, bahwa orang NTT itu kasar dan seram. Stigma itu sudah dipatahkan,” kata Ashadi, Rabu (22/01).

Dia mengatakan juga bahwa dengan menjadi nasabah Bank NTT, dirinya memperoleh berbagai kemudahan yang tidak ada bedanya dengan bank nasional terkemuka di Indonesia. “Penarikan tunai menggunakan buku juga cepat, tidak antrian terlalu lama, apa lagi ATM nya ada dimana-mana,” tuturmya.

Dia berharap, agar apa yang sudah dibuat managemen Bank NTT, khususnya kualitas pelayanan terhadap nasabah agar dipertahankan bila perlu ditingkatkan lagi dengan menyediakan mesin Anjungan Tunai Mandiri atau Automated Teller Machine (ATM) Stor Tunai.

“Saya sarankan Bank NTT juga memiliki ATM Stor Tunai, karena ini sangat membantu masyarakat yang memiliki tingkat kesibukan yang sangat tinggi. Karena kalau mau menabung menggunakan buku di teller, sangat terbatas waktunya. Kalau ini sampai malam juga bisa, jadi ini akan menjadi langkah maju lagi di bank ini,” tandasnya warga TTU ini.

Hal senada juga disampaikan, Deni Kimben, seorang Pengusaha di Kota Sari bahwa kualitas Pelayanannya di Bank NTT sudah sangat baik, dan menyenangkan, karena tidak menemukan kendala, sekalipun beberapa waktu lalu di beberapa cabang Bank NTT terjadi berbagai informasi miring yang beredar tentang oknum pegawai bank yang nakal.

Baginya, setelah menabung di Bank NTT, dia banyak mendapatkan kemudahan dan keuntungan. Kemudahan yang Ia maksudkan adalah kemudahan untuk mendapatkan kredit yang cepat dan tidak bertele-tele. Sehingga dirinya berharap, Bank NTT tetap memperhatikan hal-hal baik ini untuk terus tingkatkan demi nasabah.

Tak hanya itu, masyarakat lain, Sebut saja Yonetha Usboko, yang ditemui media ini memberi tanggapan yang sama soal pelayanan, bahkan mengaku sangat baik karena potongan tabungannya sangat murah. Dia berharap agar Managemen memperbanyak kantor Unit di setiap kecamatan sehingga cepat dan mudah di akses oleh masyarakat.

Beberapa masyarakat lain yang bukan merupakan nasabah Bank NTT juga memberikan komentar mengagumkan. Freditas Manek, yang ditanya mengapa tidak menjadi nasabah Bank NTT, dirinya mengatakan bahwa Dia telah menjadi nasabah Bank lain, karena Perusahaan tempat dirinya bekerja membayar gaji melalui bank lain. Namun dikatakanya, bahwa anak dan istrinya merupakan nasabah Bank NTT.

“Saya tidak menabung di bank NTT karena di Perusahaan mangan kami ini, gaji langsung di kirim dari kantor pusat melalui rekening bank lain, namun istri dan anak-anak saya sudah menabung sejak tahun 2008 di Bank NTT,” tuturnya.

Natalia Srilestari Akan, yang juga tidak menjadi nasabah di Bank NTT mengaku belum terlalu mengenal seperti apa dan bagaimana secara utuh tentang Bank NTT. “Saya tidak menabung di Bank NTT karena saya kurang tau tentang bank itu, memang dari dulu saya nabung di Bank lain dan kredit pun di Bank lain,” tandasnya.

Berbeda dengan Nasabah dari Kupang ini, dia adalah Yohanes Laga Tapobali. Baginya, Bank NTT dari pelayanan memang sudah semakin maju dan canggih, namun dibalik kecanggihan pelayanan, Bank NTT perlu memikirkan hal lain seperti kredit.

“Kelemahannya sistem kredit yang diterapkan saat ini sangat menyengsarakan nasabah karena dalam pengembalian kredit itu, tidak ada keseimbangan antara bunga dan pokok (modal) yang dibayarkan setiap bulan. Bunga cenderung lebih besar dari pada modal. Ini pengalaman pribadi saya. Istri saya dulu pernah kredit di Bank NTT,” tuturnya.

Menurut Yohanes, Bunga yang diberlakukan tidak menjadi masalah, tetapi mengikut kreditur dengan membayar bunga lebih besar dari pada modal merupakan cara ikatan abadi sehingga kreditur tetap utang di Bank itu, karena susah untuk mengembalikan modal, sebab janga waktunya juga cukup lama.

“Beberapa tahun lalu, istri saya pinjam Rp 100 juta dengan jaminan SK PNS dengan jangka waktu pinjaman 15 tahun. Setiap bulan kami bayar lebih besar bunga dari pada modal dan dalam waktu satu tahun, modal yang kami kembalikan baru Rp 1 Juta lebih, tetapi bunga sudah sampai belasan juta. Ini pengalaman saya, sehingga saya saat itu mengambil kredit di kooperasi untuk tutup semua utang di Bank NTT, walaupun saya harus rugi puluhan juta di tahun pertama,” jelasnya.

Terkait proses pencairan kredit, dirinya mengaku tidak mengalami kendala bahkan pelayanannya untuk mendapatkan kredit sangat dipermudah persyaratannya, tetapi dibagian kredit tidak menjelaskan secara detail bagaimana proses pengembaliannya nanti. “Saya lihat cara ini sangat mengekang dan orang pasti akan susah untuk menutupnya, masyarakat lain bisa pasrah dan terus berutang kalo sistimnya begini terus,” tutup Yohanes. (Adv/tim)