Bank NTT Bakal Punya Teknologi Canggih Untuk Pantau Kinerja Karyawan

0
173

Kupang_KlikNTT. Demi meningkatkan pelayanan Bank NTT di bidang IT, jajaran direksi dan komisaris Bank NTT serta Kepala Divisi Melakukan Kunjungan Ke vendor IT di Cibitung dan Ciputat, Jakarta Pusat Jumat (1/2/2020).

Dalam Kunjungan tersebut Direktur Utama Bank NTT Isak Eduard Rihi didampingi Direktur Umum, Johanes Landu Praing serta Komisaris Utama, Juvenile Jodjana serta Kepala Divisi, Umum Rahmat Saleh dan Kepala Divisi IT, Fernimus Musa.

Direktur umum Bank NTT Johanes Landu Praing mengatakan, kunjungan ke vendor IT untuk memastikan proses migrasi data bank NTT dari IT lama bisa berjalan dengan baik.

“Ini segera kita lakukan karena dengan perkembangan teknologi sekarang ini kita harus segera beradaptasi dengan perkembangan, sehingga Bank NTT mampu bersaing dengan bank lainnya,” ujarnya kepada wartawan, Senin (13/1/2020).

Menurut dia, dengan proses migrasi data ke IT yang lebih canggih, pihaknya lebih mudah mengontrol kerja karyawan baik dari bidang kredit, teler, bac office (PDE) serta Costumer Servis (CS).

“Saya Selaku Direktur Umum Bank NTT sangat konsen dengan perubahan perkembangan teknologi khususnya di bidang IT, Karena dengan pengontrolan menggunakan IT kita pastikan sebagai loncatan untuk mencapai laba bank sebesar 500 miliar,” katanya.

Ia menjelaskan, migrasi data dibidang IT dilaunching pada 24 Februari mendatang. Sementara uji coba akan dilakukan pada 13 dan 14 Januari 2020 di Kupang.

“Visi NTT Bangkit NTT Sejahtera harus kita terjemahkan juga dalam pembangunan teknologi khususnya IT di lingkup Bank NTT. Sehingga kita bisa menunjukkan kepada bank lain bahwa Bank NTT mampu bersaing menuju bank devisa,” imbuhnya.

Ia berharap, keselarasan antara visi misi Bank NTT dengan pemerintah provinsi dan pemerintah daerah bisa bersinergi demi peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada pemberantasan kemiskinan di NTT.

Teknologi yang Lebih Canggih Sebagai Penopang Bank NTT menjadi bank devisa pada 2021

Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi menargetkan pada 2021 Bank NTT milik pemerintah Nusa Tenggara Timur telah berstatus sebagai bank devisa sehingga menjadi bank dengan kegiatan usaha dalam valuta asing.

Oleh karena itu beradaptasi dengan teknologi IT yang lebih canggih merupakan salah satu penopang untuk menjadikan bank NTT sebagai Bank Devisa.

“Pada tahun 2021 kami targetkan Bank NTT sudah menjadi bank devisa, sehingga kami terus berusaha agar pada 2019 dan 2020 bank NTT tetap menjadi bank yang sehat dengan menjalankan fugsi secara baik sehingga mampu menjaga kepercayaan masyarakat NTT,” kata Dirut Bank NTT, Izhak Eduard Rihi

Menurut dia, para pemegang saham memberikan target terhadap para direksi untuk menjadikan Bank NTT sebagai Bank Devisa.

Ia mengatakan pembenahan sumber daya manusia dan sistem teknologi perbankan yang lebih moderen terus dilakukan Bank NTT sebagai upaya memperkuat struktur pengelolaan bank devisa.

“Kami telah mulai melakukan pembenahan sehingga target kami menjadikan Bank NTT sebagai bank devisa bisa terwujud pada 2021 nanti sesuai target Gubernur NTT, Viktor Laiskodat,” kata Izhak Eduard Rihi.

Ia mengatakan Bank NTT telah membangun beberapa tempat money changer di beberapa daerah yang memiliki mobilitas penduduk dengan tingkat kunjungan wisatawan yang tinggi seperti di Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat dan Rote, Kabupaten Rote Ndao.

“Kami akan upayakan untuk membuka cabang Bank NTT di Timor Leste apabila sudah menjadi bank devisa,” kata Izhak Eduard Rihi.

Bank NTT juga menargetkan pada 2023 sudah menjadi perusahaan terbuka atau go public.(Fred/Antara)