Bukti Bank NTT Menuju Kejayaan, Waktu Tujuh Bulan Berjalan Mencapai Target 402 Miliar

  • Bagikan

Kupang_KlikNTT.Com_Sebagi bukti bahwa bank NTT akan menuju kejayaan di tahun 2019 bank NTT mampu mencapai target keuntungan mencapai 402 miliar.bentuk pencapaian yang luar biasa ini berkat dukungan Manejemen Bank NTT yang  saat ini sedang dalam kondisi prima. Karena, semua struktur direksi sudah lengkap. Berbeda dengan sebelumnya, selama tiga tahun jabatan Direktur Utama Kosong, begitu pula Direktur Umum, sehingga hanyalah tiga direktur yang terisi. Begitu pula di jabatan Komisaris yang berangsur dilengkapi. Seiring dengan dilengkapinya struktur, ada target yang diberi oleh gubernur sebagai pemegang saham pengendali. Semua harus bekerja keras, menuju ke NTT Bangkit NTT Sejahtera. Ada angka yang diberi, yakni laba bersih yang harus dicapai senilai Rp 500 miliar di tahun 2019. Syukur, karena dalam tujuh bulan bekerja, seluruh direksi membuktikan bahwa di tangan mereka, bank ini bisa berjaya. Mereka berhasil mencatatkan laba bersih Rp 402 miliar hanya dalam waktu tujuh bulan berjalan.

Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi mengucapkan terimakasih kepada seluruh komponen yang sudah berjerih Payah membangun NTT melalui Bank NTT. Terutama seluruh direksi, komisaris, para Kadiv dan kepala cabang dan jajarannya. “Deretan angka yang kami tampilkan kepada publik ini adalah sebuah capaian ketika seluruh direksi sudah lengkap. Terlebih ketika dikasi tanggungjawab pada Juni 2019, saat itu kami mulai mendesain, hingga hari ini ada angka yang cukup menggembirakan,”tegas Izhak sembari menambahkan, dia mengibaratkan kesuksesan ini adalah bagian dari warming up bagi pihaknya bersama manajemen, untuk membuktikan bahwa dengan semangat kebersamaan, mereka bisa melakukan loncatan-loncatan besar.

“Angka-angka ini mulai kelihatan karena transformasi sudah berjalan. Dengan target yang sama di tahun 2020, kita optimistis bisa tercapai. Kalau kita lihat ke belakang, diberi waktu selama enam bulan namun ada angka yang menggembirakan, maka ada pemikiran, jika dalam waktu enam bulan saja kinerja kita mencapai Rp 402 Miliar, maka kami optimis, tahun 2020 bisa capai target laba Rp 500 Miliar,”tegas dia.

Ada beberapa strategi yang dilakukan untuk mengejar target. “Pinjaman daerah harus segera berjalan karena dengan portofolio yang normatif, kita mau kasi ke siapa lagi. Makanya harus jalan. Berikutnya, industrialisasi pun harus jalan. Karena kita akan biayai industri galangan kapal dan sebagainya. Industri pengolahan hasil di berbagai daerah akan kita dorong seperti kakao, kopi. 2020 ini haruslah dieksekusi. Industri perikanan, haruslah kita dorong agar 2020 harus jalan sehingga penyiapan UMKM harus sejalan. UKM kita harus didorong, tumbuh sehingga mencapai angka kinerja yang baik dengan asumsi pertumbuhan kita yang baik, di tahun 2019, menunjukkan kepercayaan masyarakat dan pemilik dana, responnya sangat tinggi,”tambahnya optimis.

Terobosan-terobosan ini dilakukan karena semangat Bank NTT tidak saja menjadi bank yang sehat, kuat dan terpercaya, melainkan bank yang fokus peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan model pendekatan yang baru itu, keberpihakan masyarakat ini bisa dipercaya sebagai modal bagi Bank NTT untuk mengejar ketertinggalan yang selama ini terjadi.  Ini haruslah terus didorong dengan stimulus, dan Bank NTT berperan sebagai pelopor penggerak ekonomi rakyat, sehingga dengan perbaikan pada sistem IT yang baik dan di 2020 ini diterapkannya Intercost (Integreted Economy Recovery Online System), bagaimana recoveri ekonomi NTT secara digital, IT, yang sudah bisa dijalankan maka pihaknya juga segera menerapkan NTT Pay yang sudah didesain dan di-launching

“Nah dengan dua mesin baru ini kita harapkan Bank NTT lebih baik. Contohnya kalau kita mau ikutan balapan Formula 1, kalau kita pakai mesin kijang kan nggak mungkinlah. Sehingga kita sementara persiapkan semuanya termasuk mengganti mesinnya menjadi yang lebih canggih. IT yang lebih bagus, tata kelola yang lebih baik, barulah kita masuk ke rezim F1. Nah, transformasi itu kita ganti itu semua. Dari mesin banking yang tradisional ke mesin yang lebih canggih,”tambah Izhak.

Sementara dari sisi pasar menurutnya, daerah sulit ini merupakan pasar yang potensial. Stigma kemiskinan menurutnya bukanlah sebuah masalah. “Nah bagi Bank NTT, ini sebuah tantangan, apa yang harus kita buat agar masyarakat kita sejahtera. Justru disitulah pasarnya yang paling bagus karena ibarat gelas yang masih kosong kalau kita isi full kan susah. Makanya pertumbuhan kita bagus di tahun 2019, karena memang kita membutuhkan stimulasi besar sehingga pertumbuhan kita harus diatas rata-rata pertumbuhan nasional,”tegas dia.

NTT menurutnya masih membutuhkan sentuhan infrastruktur, industrialisasi. Searah dengan arahan Gubernur NTT, ini harus segera dieksekusi. “Pemerintah untuk tahun-tahun kedepan kita masuk ke industri pengolahan. Ada daerah yang sudah siap, seperti vanili dan kemiri di Alor, kepala cabang akan kita dorong. Makanya kita buat pakta integritas, kalau tercapai maka apa rewardnya dan ketika tidak maka punishmentnya apa.  Pakta integritas ini untuk direksi dan karyawan.”

Apa yang dilakukan direksi saat ini, menurutnya adalah bagian dari menterjemahkan mimpi-mimpi gubernur dan hal inilah yang selalu dia sampaikan ketika dalam forum dengan direksi dan staf bahwa ini adalah skenario dalam menterjemahkan dan mengeksekusi mimpi-mimpi gubernur  untuk membangun kesejahteraan. “Nah terjemahannya dalam bentuk angka-angka. Angka-angka lama kita tunjukkan bahwa dana pihak ketiga (DPK) kita bertumbuh juga lainnya bertumbuh. Jika bertumbuh baik maka lapangan pekerjaan harus dibuka, pengangguran harus ditekan, makanya kita buat ekosistem pembiayaan. Seperti kopi, kita kawal dari penanaman, panen hingga proses akhirnya. Sampai pabriknya. Begitu pula degan pengolahan rumput laut dan sebagainya harus sampai pabriknya.”

Sedangkan terkait komunikasi Bank NTT dengan pemerintah pusat, diakui pihaknya terus mendorong untuk melakukan pinjaman daerah. Penjaminan terhadap pinjaman daerah untuk Bank NTT bisa melakukan pelampauan terhadap BMPK karena menurutnya itu penting. Untuk tujuan tersebut, Bank NTT melalui gubernur sudah memberi surat untuk penjaminan terhadap pinjaman daerah kepada menteri keuangan dan menurutnya ini sementara berproses.

“Sebenarnya ini merupakan amanat dari transformasi BPD. Ada tiga masalah utama yakni penguatan struktur tata kelola perbankan/BPD kemudian kontribusi BPD terhadap pembangunan daerah, dan peningkatan daya saing melalui perbaikan pelayanan. Dengan pinjaman yang diberikan kepada BPD tentunya akan membuat kontribusi BPD kepada pemerintah daerah akan semakin besar. Kedua, BPD adalah ,milik pemerintah provinsi, kabupaten dan kota yang notabene pemilik sahamnya mereka sehingga waktu pinjaman itu dilakukan maka laba kita akan bertumbuh besar. Nah dengan laba yang besar ini akan berdampak juga pada devidennya. Ketiga, tingkat kepercayaan masyarakat dan pembangunan akan berjalan baik.”  (boy/**)

  • Bagikan