Terserang Hama ulat grayak,Tanaman Jagung di Nagekeo Terancam Gagal Panen

0
503

Nagekeo, KlikNTT.Com-Terserang nya Hama ulat grayak (Spodoptera frugiperda) Pada Tanaman Jagung membuat para petani di Kabupaten Nagekeo mulai resah dan gelisah.Karena akibat dari serangan Hama tanaman Mereka terancam mengalami gagal panen.

Terserang nya Hama ulat grayak ini Tidak hanya terjadi di Kelurahan Danga dan sekitarnya serangan hama grayak ini hampir terjadi di semua wilayah di 7 Kecamatan yang ada di kabupaten Nagekeo.

Salah satu Warga Kelurahan Danga, Nensi Ebu kepada media ini Senin ( 11/02/2020) mengungkapkan, hama ulat grayak tersebut sudah muncul sejak beberapa bulan yang lalu saat jagung mulai di tanam.

Saat itu hampir semua tanaman jagung di Kelurahan Danga  terserang hama ulat grayak, sehingga buah jagung yang baru tumbuh menjadi kerdil. Lebih parahnya kalau saat panas dan tidak hujan, daun jagung mulai layu dan kelihatan pucuknya seakan-akan terlihat terbakar.

“Jadi biasanya yang kena hama itu, buah jagung saat berusia sekitar 3 minggu lebih. Ulatnya menyerang buah dan batang bahkan daun jagung saat masih tunas. Wajar kalau jagung susa untuk berkembang. Jika ulatnya tidak segera ditangani otomatis jagung akan tetap kerdil” ujar Nensi.

Sementara Ebit Boetara mengaku mungkin saja para Petani yang lain sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo untuk meminta dan diberikan contoh pestisida untuk membasmi hama ulat itu.

” Petani setempat sudah pasrah, karena hal itu dianggap sudah terlambat. Pasalnya Ribuan Ulat Grayak sudah menyerang sejak awal.

Ebit menambahkan Meskipun kami sudah dikasi obat pestisida, maupun upacara adat pengusiran hama tapi tetap saja tumbuhan jagung kami sudah telanjur rusak. Sudah jelas para Petani pun terancam gagal panen lagi. Kemarin-kemarin ratusan Hektar jagung mengalami gagal panen akibat panas panjang dan tekstur tanah yang tidak cocok, sekarang sudah memasuki musim hujan Ulat Grayak yang muncul lagi.  Kesalnya.

Kondisi ini pun tidak hanya terjadi di Kelurahan Danga namun terjadi hampir di Desa lainnya, seperti di Desa Kotakeo, Mauponggo, Ulupulu dan Raja sekitarnya.

Hama ulat ini, semakin diperparah dengan cuaca yang tidak menentu yang membuat para petani semakin susah untuk bercocok tanam.

“Kemarau panjang di awal bulan tahun 2019 yang lalu juga membuat petani semakin sulit untuk bercocok tanam, otomatis dengan hadirnya Ulat Grayak ini semakin memperparah keadaan

tambah Ebit mengatakan jika Ulat Grayak setelah mampu ditangani, dirinya khawatir akan muncul Hama jenis baru yang membahayakan bagi jagung dan lainnya.

Hingga berita ini diturunkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo belum berhasil dikonfirmasi. (VD).