GMNI dan Warga Desa Oematnunu Minta Copot Camat Kupang Barat

  • Bagikan

Oelamasi_KlikNTT.com- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Kupang, NTT bersama sebagian warga Desa Oematnunu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, saat melakukan aksi di gedung DPRD Kabupaten Kupang dan Kantor Bupati Kupang guna meminta penyelesaian pengelolaan dan penyalah gunaan Dana Desa hari Rabu,(11/03) siang dengan membawa spanduk yang bertuliskan, “Copot Camat Kupang Barat”.

Berdasarkan pantauan media ini dilokasi aksi, depan Lobi gedung DPRD Kabupaten Kupang dan Kantor Bupati, puluhan warga yang berdatangan bersama GMNI cabang Kupang ingin menyelesaikan persoalaan tersebut. GMNI yang didampingi oleh, Ari Kono bersama korlap Marianus Aprilio, serta beberapa rekan lainnya dan sebagian masyarakat Desa Oematnunu dibawa pimpinan, Abraham Koten, dan Alarico Fernandes serta yang lainnya.

Ada pun aspirasi-aspirasi yang disampaikan dan spanduk yang bertuliskan, “Copot Camat Kupang Barat, kami minta audit ulang LPJ Desa Oematnunu dari tahun 2015–2019, pak bupati tolong turun ke desa oematnunu, pak dprd yang mulia tolong jalankan fungsi pengawasan kalian, jangan biarkan kami masyarakat miskin tambah miskin oleh keuasaan, musdes belum tapi musrembang camat sudah digelar, “Ini negara punya undang-undang bung” bukan seenak perut”.

Setelah berorasi, Warga dan GMNI diterima oleh Komisi I dan II Anggota DPRD Kabupaten Kupang untuk beraudiens. Sekertaris Komisi I DPRD Kabupaten Kupang, Ferdinan Lafu Daus meyampaikan permohonan maaf karena selaku ketua Komisi I tidak berada ditempat karena berhalangan sehingga dirinya bersama Anggota DPR yang lainnya yakni, Jogerens Leka Komisi II, Arnoldus Moy, Agustinus Maboy, Daud Ullu, dan Yan Bonat.

Kedatangan GMNI dan warga disambut baik oleh Anggota DPRD Kabupaten Kupang, sehingga Aspirasi yang disampaikan yakni, pengelolaan dana desa yang tertutup, merefisi hasil musrembangdes, ketua dan anggota BPD tidak aktif, pekerjaan jalan lapen yang salah sasaran, pembentukan TPK, Bumdes tidak sesuai prosedur, Dana Pansimas tidak dinikmati warga, dugaan penyeleengan Dana Desa tahun 2015–2019, serta bantuan rumah sehat tidak tepat sasaran.

Lanjut Lafu Daus, untuk Desa Oematnunu beberapa waktu lalu Komisi I Anggota DPRD Kabupaten Kupang sudah pernah turun untuk mengecek. Dan tanggal 20 Maret nanti Komisi I akan turun lagi untuk menyelesaikan masalah yang kerap terjadi.

Usai beraudiens dengan Anggota DPRD Kabupaten Kupang, GMNI dan warga berjalan kaki ke Kantor Bupati kupang untuk bertemu dengan Bupati namun Bupati Kupang, Korinus Masneno tidak berada ditempat karena berhalangan sehingga para Demonstran beraudiens dengan Wakil Bupati Kupang, dan Kepala PMD Kabupaten Kupang, Charles Pandie.

Didepan warga, Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe mengatakan akan memrintahkan Inspektorat dan PMD Kabupaten Kupang untuk melakukan audit pengelolaan Dana Desa Oematnunu. Aksi berlangsung aman di kawal oleh Kepolisian Resot Kupang. (Boy)

  • Bagikan