Perketat Penyebaran Covid-19,Mahasiswa Dari Daerah Zona Merah Diperiksa Suhu Tubuh

0
332

Nagekeo_KlikNTT.Com_Dalam Rangka Mengantisipasi Penyebaran Pandemi Covid -19 di kabupaten Nagekeo, Sebanyak 15 Mahasiswa Asal Nagekeo yang baru tiba dari Zona Merah diperiksa suhu Tubuh Oleh Tim Medis Posko Pencegahan dan Penanganan Covid 19 Lape. Selasa, (07/4/2020).

Upaya pencegahan yang dilakukan tim Pencegahan dan Penanganan Covid 19 Lape terhadap penumpang yang baru tiba zona merah  ini untuk memastikan semua penumpang terhindar dari virus corona.

Tim medis dengan APD seadanya diantaranya TNI, Polri  berjaga di posko Pencegahan dan penanggulangan Covid 19 Lape Dediwuwu,dengan memeriksa suhu tubuh Puluhan penumpang.

Pantauan media ini, sejumlah penumpang diantaranya Mahasiswa dari Nagekeo yang akan menuju Mbay yang berasal dari zona merah seperti Malang, Kupang, Bandung dan Solo  diperiksa dengan Thermo Scaner, serta mencuci tangan sebelum mengukur suhu tubuh. Namun puluhan mahasiswa yang baru tiba dari Jawa ini, akan di karantina khusus dan belum dinyatakan statusnya sebagai (ODP) Orang Dalam Pemantauan tetapi (OTG) Orang Tanpa Gejala.

Tenaga Medis Posko Maria Yasinta Ngole saat ditemui media menyatakan Bahwa mahasiswa yang baru tiba dari Zona Merah akan tetap diperiksa dan diawasi.

” Kita Mengambil data sesuai nama dan alamat sesuai identitas serta nomor telepon yang dicatat di pintu masuk akan di share ke Camat dan Petugas medis di Kecamatan, maupun aparat Desa. Menurutnya, semua suhu tubuh para mahasiswa yang berasal dari zona merah yang akan menuju kampung halaman terpantau normal.

Yasinta menambahkan Sesampai di tempat tinggal tim akan bergerak cepat melakukan pemantau dan ivenstigasi di lapangan, akan terus pantau gejala mereka setiap saat. Nanti hasilnya akan disampaikan apakah mereka masuk isolasi diri sandiri, ODP atau terburuk PDP itu nanti dilaporkan kemudian berdasarkan hasil pantauan tim di kecamatan masing-masing. Katanya.

Diketahui, Mahasiswa yang baru tiba dari jawa sebanyak 15 orang, terdiri Kupang 2 orang, dari Malang 5 orang, Bandung 6 orang dan Solo 2 orang.

“Jadi kita sudah sampaikan dan beri pemahaman ke mereka tentang karantina diri selama 14 hari di Rumah. Kami juga sampaikan agar selalu jaga jarak, serta berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Desa, Camat, dan Puskesmas, Maupun Rumah Sakit” ungkapnya. (Vhiand Dhalu).