Peduli Covid–19, Pengusaha Tionghoa Bantu Masyarakat Amfoang 

0
160

Amfoang_KlikNTT.com- Peduli Kemanusian, himpunan para pengusaha yakni, FGBMFI (Full Gospel Business Men’s Fellowship Internasional Regional NTT), PSMTI (Paguyuban Sosial Tionghoa Indonesia NTT, Beta Peduli NTT, BetaPrint Soluction, dan Sejahtera Group, serta PT. Rejeki Abadi Berjaya membantu 500 paket Sembako, dan 2500 Masker kepada Masyarakat Amfoang Selatan dan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang Sabtu,(09/05) lalu.

Ketua PSMTI NTT, Hengki Liyanto kepada awak media mengatakan Paguyuban ini dimana semua warga Tionghoa berkumpul untuk melakukan Kegiatan-kegiatan Sosial.

“Kami paguyuban sebagai rumah besar suku tionghoa, yang terbentuk tahun 1998 di Indonesia dan mempunyai 260 cabang yang tersebar baik itu di Kabupaten/Kota. Sementara di NTT ada 8 cabang. Kami hadir disini untuk membantua masyarakat di Amfoang terlebih dengan adanya dampak covid–19. Kami bukan organisasi politik tetapi organisasi sosial. Dengan adanya sumbangan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Kupang, khususnya di Amfoang”, pungkas Hengki.

Lanjutnya, motifasi untuk amfoang jadi titik pembagian Sembako ini karena suku tionghoa sangat peduli dengan masyarakat Amfoang, dan juga tionghoa merupakan lahir dan besar di Kupang, juga akan mati di Kupang. Sehingga suku tionghoa merasa bahwa, “Kami Indonesia, Kami Pancasila, dan Kami siap membangun Indonesia, terutama di NTT”.

Selain itu, ini juga himbauan dari pusat agar PSMTI NTT seperti keadaan wabah covid–19 ini, PSMTI terlibat untuk melawan covid–19. Sehingga bukan saja di Amfoang yang dapat bagian, tetapi juga di Kota Kupang, Sumba, Alor, TTS, TTU. Artinya ada yang sudah menangani di Masing-masing daerah.

Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe menyampaikan rasa syukur terhadap kehadiran PSMTI dan FGBMFI yang hadir di Amfoang karena diutus oleh Malikat-malaikat dan rasa cinta tehadap Amfoang untuk membantu masyarakat Kabupaten Kupang, terutama di wilayah Amfoang. Karena memang kondisi di Kabupaten Kupang memang sangat luas. Sehingga dirinya meminta agar Amfoang tempat yang bagus untuk dibagikan Sembako dan Masker.

Ia menghimbau kepada masyarakat penerima paket sembako agar selalu menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan, memakai masker agar penularan covid–19 ini jangan terlalu meluas. Dan juga mentaati aturan-aturan dan himbauan yang sudah dikeluarkan oleh Pemerintah malelaui protokoler kesehatan.

“Bapa dan Mama harus rajin cuci tangan dan masker. Karena kalau tidak pakai masker itu penyebaran covid–19 ini sangat cepat yaitu lewat mulut. Dan juga kalau Bapa dan Mama melihat pendatang baru yang dari luar daerah harus cepat lalor ke Polsek, Camat, Kepala Desa adan juga Lurah agar orang itu bisa diperiksa. Karena kalau ada orang baru yang datang dari zona merah itu yang sangat berbahaya”, beber Manafe.

Pantauan media ini, usai pembagian sembako, masker di pasar Lelogama dan Kantor Lurah Lelogama, Kecamatan Amfoang Selatan, dilanjutkan ke Puskesmas Fatumonas, Kecamatan Amfoang Tangah sehingga pembagian Sembako dan masker dilanjutkan. Bahkan, sumbangan ruang penyemprotan Disinfektan kepada puskesmas oleh Wakil Bupati Kupang. Dan selanjutnya pembagian titik terakhir di Desa O’aem, Kecamatan Amfoang Selatan.

Turut mendampingi, Camat Amfoang Selatan, Camat Amfoang Tengah, Kapolsek Amfoang Selatan, Babhinsa Amfoang, Kepala Desa, Lurah, Linmas, dan Sat Pol PP, serta Tim Gugus Tugas sehingga pembagian ini pun juga berjalan aman dengan aturan protokler covid–19. (Boy)