Sebanyak 854 KK Menerima BST di Kecamatan Nekamese

0
200

Nekamese_KlikNTT.com- Sebanyak 854 Kepala Keluarga dari Sebelas Desa menerima Bantauan Sosial Tunai (BST) di Aula Kantor Camat Nekamese, Kabupaten Kupang, NTT Sabtu,(30/05) pagi.

Camat Nekamese, Mesak Dethan, SH yang diwawncarai Media ini disesi pembagian BST mengatakan, Masyarakat penerima manfaat dengan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 854 KK untuk Kecakatan Nekamese dari 11 Desa yakni, Desa Oelomin, Tunfeu, Bismarak, Oben, Oemasi, Oenif, Taloitan, Usapi Sonbai, Bone, Feto Nai, dan Oepaha yang menerima distribusi  BST dari Kementrian Sosial per KK sebesar Rp. 600.000.

Bantuan ini diberikan untuk mengurangi kebutuhan Ekonomi di masa maraknya dampak Covid–19. Sehingga dirinya meminta kepada Masayarakat penerima agar Betul-betul memanfaatkan bantuan ini karena ini terdampak dengan Covid–19.

“Jadi distribusi BST ini kan bantaun dari kementrian sosial sebesar Rp. 600.000, per KPM. Jadi bantuan yang diberikan bagi masyarakat terdampak covid–19 ini, tadi saya bilang ke mereka harus betul-betul memanfaatkan bantuan ini. Karena, ini terdampak dengan covid. Namun secara skala prioritas itu pemerintah berikan kepada masyarakat dalam bentuk perhatian khusus. Yang mana untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sekalihus untuk meningkatkan daya beli. Karena kadang-kadang masyarakat jualan sayur dipasar semuanya tidak laku dan mereka bawa pulang sebagian. Artinya sekarang dipasar agak sepi jadi mereka bawa pulang”, jelas Dethan.

Lebih lanjut, sehingga dengan adanya bantuan BST dari Kementrian Sosial ini, Masyarakat sangat terbantu. Sehingga hari ini terdapat 854 KK yang menerima. Pembagian ini berlangsung aman sesuai dengan Protokoler Kesehatan Pemerintah. Dan juga dapat dibantu dari Babinsa Kecamatan Nekamese, Bhabinkamtibmas, Sat Pol PP Kecamatan.

Proses pembagian ini secara bergiliran, mulai dari Desa yang terdekat di Kecamatan. Karena pemabgian ini pasti sampai sore hari.

Tambahnya, terkait dengan Protokoler Kesehatan, kecamatan sudah menyiapkan Dua wastafel untuk mencuci tangan, dan bagi Masyarakat peneruma diwajibkan untuk memakai masker serta antrian untuk mangambil harus menjaga jarak. Dirinya mengaku bahwa untuk alat tes suhu, kecamatan belum ada.

“Untuk alat tes suhu, kami di kecamatan belum ada, kemarin dari Desa Tunfeu pengadaan tapi karena masih dipakai di Puskesmas. Tapi tudak Apa-apa, karena hari ini saya liat berjalan tertib sesuai protokoler jadi pasti bisa tuntas”, pungkasnya.

Dirinya berharap agar Masyarakat penerima BST Betul-betul mamanfaatkan bantuan ini dengan baik sesuai dengan kebutuhan dalam rumag tangga demi kesehatan.

“Saya tekankan kepada masyarakat penerima agar jangan habis terima, itu uang pake untuk beli laru, sopi, dan rokok ko minum mabok tetapi betul dimanfaatkan untuk kebutuhan yang baik dalam hal sembako. Karena saya sudah minta petugas agar pantau mereka dilapangan agar mereka jangan salah gunakan berkat ini. Nah, selain BST juga ada bantuan BLT Dana Desa, dan PKH jadi tidak boleh ada yang terima dobel. Dan ada yang belum sempat hadir karena sakit. Nah, kalau yang sakit yang mewakili keluarga yang namanya tertera di KK datang untuk menerima”, tegas Dethan.

Tetapi bagi Kepala Keluarga yang sudah meninggal, tetapi namanya sudah terdaftar dan masuk, pasti ada ahli waris yang menerima. Yang penting identitasnya ada di NIK dan punya KK. “Intinya yang terima manfaat ini NIK nya terdaftar di KK. Tetapi kalau tidak ada tidak bisa terima”, beber Dethan.

Sementara salah satu Masyarakat penerima, Niko Bere, warga Desa Oemasi, Dusun 4 ketika dimintai tanggapan terkait, Dirinya sangat bersyukur dengan adanya bantuan ini. Karena ditangah-tengah maraknya Covid–19 ini kebutuhan ekonomi dalam rumah tangga bisa ditopang.

Pantauan media ini, pembagian BST ini berjalan sesuai aturan Protokoler Kesehatan Pemerintah, dan dalam pengamanan Kepolisian Sektor Kupang Barat melalui Pos Sektor Nekamese, Babinsa Kecamatan Nekamese, Tenaga Kesejahtraan Sosial Kerja (TKSK), pendamping PKH Dinas Sosial Kabupaten Kupang, Masyarakat Penerima BST, dan para Kepala Desa. (Boy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here