Bukan Saja Wakil Bupati, Tetapi Sebagai Bapak Perdamaian

  • Bagikan

Oelamasi_KlikNTT.com- Seperti yang dirasakan dan disaksikan awak media diruang kerja Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe Senin,(15/06) sore, Kepala Desa Tuakau Yaret Y. Tafetin, Ketua BPD Tuakau Maxi Yosep Naijes, dan salah satu warga Tuakau Asril Alupan, serta Camat Fatuleu Barat Kandidus Nenosiki bertemu untuk berdamai di depan Wakil Buapati Kupang atas insiden yang terjadi waktu lalu.

Kepada kedua pejabat Desa Tuakau, orang nomor Dua Kabupaten Kupang ini meminta supaya jangan ada lagi cecok diantara mereka dan harus saling memaafkan. Sehingga suasana pembangunan di Desa tersebut tidak lagi terganggu. Karena untuk membangun sebuah Desa itu membutuhkan kerja sama yang baik antar Tokoh Masyarakat, BPD, dan Kepala Desa.

“Ini ibarat tiga batu tungku yang dapat menopang tacu agar sayur yang ditumis tidak boleh tumpah. Maka tiga batu tungku ini harus sama-sama saling bekerja sama demi tercapainya pembangunan yang diimpikan di desa tuakau”, jelas Jerry.

Lebih lanjut, hidup ini tidak harus saling mencela antara satu dengan yang lain. Saling fitnah dan saling melemparkan kesalahan antara satu dengan yang lain. Sebab, antara sesama warga perlu hidup berdampingan untuk melaksanakan tugas yang sudah diberikan oleh rakyat.

“Jangan bangga dengan jabatan yang ada karena jabatan yang ada hanya sesaat. Jabatan itu pemberian Tuhan melalui rakyat untuk pelayanan. Jadi dengan saling memaafkan dan membuka diri untuk berdamai maka akan membawa dampak yang baik bagi pelayanan di Desa”, ungkap Manafe.

Ketua BPD Desa Tuakau, Aleks Naijes mengaku menyesal atas insiden yang terjadi, sehingga dirinya memyampaikan permohonan maaf kepada rekan kerjanya yakni Kepala Desa, Yaret Yanto Tefetin.

Kepala Desa Tuakau, Yaret Y. Tafetin merasa sangat legah. Sebelumnya memang Ia di hina dan difitnah. Namun dengan pertemuan yang difasilitasi oleh Wakil Buapati, Ia merasa sangat dihormati dan diberi ruang yang baik untuk saling koreksi agar keselah pahaman ini bisa diselesaikan dengan baik. Sehingga dari lubuk hatinya yang paling dalam, Ia bersedia saling memaafkan.

“Karena baru kali ini saya dapat rasakan hal ini, dimana Bapak Wakil Bupati Kupang bisa panggil kita untuk duduk bersama dalam ruangan ini, untuk saling berdamai. Ini seolah-olah sangat terhormat. Saya minta terima kasih banyak, karena dari awal memang ada yang tidak baik tetapi diakhir selalu ada kebaikan”, ungkap Tafetin.

Camat Fatuleu Barat, Kandidus Nenosiki pada kesempatan itu merasa sangat puas dan berterima kasih kepada Wakil Bupati Kupang, karena melalui hasil mediasi yang diambil oleh Wakil Bupati ini bisa mempertemukan kedua belah pihak yang sebelumnya bersitegang karena salah paham. Sehingga dirinya banyak berterima kasih kepada Wakil Bupati Kupang karena sudah bersedia mempertemukan mereka diruangan ini.

Sebagai Camat tentu merasa bersyukur akan kesediannya untuk mendamaikan kedua sahabat ini. Semoga kedepan hal ini tidak terulang lagi demi menopangnya pembangunan di Desa agar berjalan dengan baik.

Sementara tokoh masayarakat, Asrel Aluman pada kesempatan itu Ia sebagai tokoh, Ia mengharapkan agar kedua pejabat Desa saling memaafkan dan berdamai agar pembangunan serta pelayanan di Desa berjalan dengan baik. Karena kalau tidak maka akan ada korban. (Boy)

  • Bagikan