Fraksi PDIP Sebut Perekrutan TP RS Pratama Sarat KKN

0
97

Ende_KlikaNTT.com Fraksi Partai Demokrasi Perjuangan mencermati proses pembangunan Rumah Sakit Pratama Utara Ende yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah kabupaten Ende, kami memberikan apresiasi atas kemajuan pembangunan RS Pratama tersebut yang kini sudah mulai masuk tahap pengaktifan pemanfaatannya. Namun dari hasil investigasi, kami menemukan kejanggalan pada proses perekrutan tenaga penunjang kesehatan,Hal itu sampaikan oleh Ketua Fraksi PDIP, Vinsen Sangu kepada media ( 15/06/2020)

” proses perekrutan yang sudah dimulai dengan transparan, namun tidak diikuti dengan tahapan lain seperti seleksi tulis dan wawancara agar proses seleksi tersebut benar-benar profesional.

Vinsen Menambahkan Hasil yang telah diumumkan, sangat melukai prinsip transparan, akuntabel dan profesional. Selain itu juga melukai masyarakat utara, karena tenaga yang ada, tidak lebih dari 10% mengakomodir masyarakat utara “katanya.

” sesungguh tidak sesuai dengan salah satu semangat pendirian RS Pratama tersebut yakni menyerap lapangan pekerjaan bagi anak-anak utara sendiri.

Lanjut Vinsen, Cukuplah tanah yang diberikan gratis buat pembangunan RS pratama, jangan teruskan lagi dengan tenaganya, masa masyarakat Utara hanya menjadi penonton diatas tanah mereka sendiri.

” Kami Fraksi PDI perjuangan, mencium ada aroma kolusi dan nepotisme dalam perekrutan tenaga penunjang kesehatan tersebut “, ungkapnya.

Maka atas dasar inilah, kami Fraksi PDI perjuangan menolak hasil perektutan tersebut dan mendesak untuk dilakukan proses ulang yang sungguh mempertimbangkan prinsip transparan dan profesional.

Sementara Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Vitalis Kako menyampaikan perekrutan tenaga penunjang untuk RS Pratama telah dilakukan dan telah rampung serta selesai di umumkan. Para tenaga penunjang yang telah dinyatakan lulus telah di antar ke RS Pratama untuk mulai bekerja.

” Kita sudah lakukan seleksi secara merit point dan sistim gugur, dengan mengunakan merit point atau angka-angka disitu terlihat nilainya seperti STR tidak ada sehingga nilainya nol “, tuturnya.

Total yang daftar sebanyak 447 orang dengan rincian perawat 192 orang, bidan 208 orang dan lainya tidak sebanyak itu. Dan yang lolos sebanyak 32 orang, dari 32 orang sebanyak 14 orang yang beridentitas dari kecamatan Wewaria

Selain itu, terkait dengan perekrutan tenaga penunjang di RS Pratama tidak ada terjadinya kolusi dan nepotisme, karena kita berjalan sesuai dengan aturan yang ada dan kami tidak melakukan itu.

” Ini yang kami lakukan sehingga kami tidak pernah keluar dari koridor dan aturan yang ada “, ucapnya.

Reporter : Elton Rete