Polres Nagekeo Berhasil Ungkap Pelaku Pembunuhan Terhadap DDS Pria Asal Papua

0
344

Nagekeo, KlikNTT.Com-Kepolisian Resort Nagekeo berhasil Mengungkap kasus pembunuhan  terhadap Korban berinisial DDS (25) seorang pria asal Papua Manokwari di Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Rabu, (24/6/2020).

Kapolres Nagekeo AKBP Agustinus Hendrik Fai SH, MH dalam Konferensi Pers dihadapan awak media, Rabu(24/6) di Kantor Polres Nagekeo menyampaikan bahwa kejadian bermula terjadi perselisihan pendapat dan adu mulut hingga korban sehingga korban meninggal dunia.

” Untuk saat ini dalam Proses pengembangan kata Kapolres Nagekeo Penyidik sudah menetapkan tiga tersangka secara bertahap. Hari pertama dilakukan dengan tahapan dan dilanjutkan dengan penanganan terhadap tersangka dengan inisial FR (23)Kemudian dalam pengembangan penyidik ditemukan 1 tersangka lagi berinisial KS (21). Dan hari yang berikutnya ditemukan lagi ditetapkan tersangka lagi dengan inisial GDD (21).

Dan syukur dalam waktu tidak sampai seminggu dengan waktu empat hari semua tersangka untuk sementara kita sudah bisa tetapkan. Dan untuk proses selanjutnya masih dalam pengembangan hal-hal yang berkaitan dengan penetapan berkas dan lain-lain. Dan penyidik kita masih menyiapkan berkas untuk diteruskan ke jaksa penuntut umum.

Kapolres Hendrik menambahkan untuk motif pembunuhan masih dalam pengembangan dan korban itu dianiaya dengan menggunakan benda tumpul dan ketiga pelaku di jerat Pasal 338 dan 340 pasal 351 Jo  pasal 55 ayat 1 ke 1 e KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. Sementara 9 saksi sudah di periksa. Katanya.

Sebelumnya pada tanggal 17 Juni Isteri korban, TB (30) saat ditemui awak media mengaku bahwa sebelum kejadian, korban ikut mengetam padi di sawah dan pada malam harinya langsung ikut merontok  rumpun padi.

” Tadi malam sekitar jam 10 saya ketemu terakhir karena dia ikut rontok padi dan sama dengan anak harus pulang tidur di rumah,”katanya

TB istri korban mengungkapkan bahwa ia mengetahui kejadian suaminya meninggal dari adik iparnya JF pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WITA yang datang memberitahukan kepadanya. Ia dan adik iparnya lantas memberitahukan kejadian tersebut kepada kepala desa di kantor desa setempat hingga informasi ini langsung diteruskan kepada aparat kepolisian

“Saya dapat info dari adik ipar bilang suami saya terjatuh di sumur, saya dan adik terus ke kantor desa,” ujarnya. (Vhiand Dhalu).