Pangdam IX/Udayana, ‘Prajurit TNI AD Harus Disiplin dan Cinta Kesatuanya’

0
154

Oelamasi_KlikNTT.com- Menjadi Anggota atau Prajurit TNI-AD harus Displin, karena disiplin itu merupakan Kehormatan dan Mencintai Satuanya, karena cinta satuan akan memperoleh kebaikan.

Demikian hal ini disampaikan Pangdam IX/Udaya, Mayjen TNI Kurnia Dewantara dalam sambutannya saat Kunjungan Kerja (Kunker) ke Mako Brigif 21/Komodo, di Desa Kuimasi, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT Jumat,(07/08) siang bersama rombongan.

Diawal sambutan, Dewantara menyampaikan rasa syukur kepada Yang Maha Esa karena atas Ridho, kita masih diberikesehatan, kekuatan, dan keselamatan sehingga pada siang hari ini bisa bertatap muka dengan para Parjurit di Brigif dengan keadaan sehat.

Pulau Timor ini terbentang luas, sehingga di musim panas seperti ini ketika dilihat dari udara maka semuanya coklat. Seperti dikatakan Gubernur NTT, apa bila dimusim panas maka dikuasi Polisi karena warnanya cokelat, tetapi kalau musim hujan dikuasai Tentara karena warna hijau.

NTT ini kalau dilihat dari Giografinya, di NTT terdapat 1 Korem dan 14 Kodim, terdiri berapa pulau yang terpencar luas. Disini menyimpan berbagai banyak macam potensi. Banyak sekali potensi yang bisa digali. Tempat seperti ini kalau dikelola dengan baik mudah-mudahan nanti akan semakin baik. Kemudian disini juga masyarakatnya beragam, lebih dinamis dan terbuka. Walaupun kondisi alam seperti ini tetapi orangnya semangat atau hepi.

“Saya yakin kalau masyarakat dan pemerintah, di dukung oleh TNI kita, bisa maju. Sama seperti saya pernah ke Hawai yang pulau kecil disamudra pasifik berada ditengah-tengah antara Jepang dan Amerika, gersangnya sama dengan ini. Tetapi dia bisa subur. Karena memang potensinya digali dengan pariwisata”, jelas Dewantara.

Lebih lanjut, yang perlu diperkat pengamanan adalah seperti khas di NTT yakni antara batas RDTL-RI. Yang perlu mendapatkan perhatian dibeberapa titik. Karena masih adanya sengketa, penyelundupan, masih adanya senjata-senjata peninggalan. Ini merupakan tantangan tersendiri.

Dalam waktu dekat juga akan adanya momen Pilkada, jadi kenetralan TNI harus di pegang teguh. Ini juga menjadi tantangan bahi TNI supaya Pilkada ini bisa aman. Kemudian musuh nyata yang ada didepan, yang sekarang dihadapan kita. Yang juga dihadapi oleh NTT saja tetapi diseluruh Dunia yaitu Covid–19. Walaupun dari data yang ada, di Bali, NTB, dan NTT. NTT ini merupakan angka paling kecil yang hanya 1 orang yang meninggal.

Ini merupakan tantangan-tantangan perlu dihadapi. Dirinya juga mengakui kalau di NTT Prajurit sangat kurang. Sehingga yang perlu dilihat itu bagaimana pembinaan satuan diwilayah Korem/161 Kupang. “Saya melihat secara umum berkaitan dengan organisasi dan personil, memang disini masih relatip sangat kurang. Di bandingan dengan NTB, maka kedepan akan ada tambahan Infantri, dan juga Korem. Tahun 2024 mudah-mudahan Kupang menjadi Dua Korem. Disini 14 Kodim, karena saking luasnya wilayah NTT”, bebernya.

Tambahnya, berkaitan pembinaan disiplin, Dirinya meminta kepada Prajurit agar disiplin. Karena seperti yang dikutip zaman kepemimpinan Wismoyo, “Disiplin adalah napasku, kehormatan adalah segala-galanya. Artinya disiplin itu napas, kalau napas kita berhenti ya, disiplin itu hilang. Begitupun sebaliknya, kalau kamu tidak disiplin ya napasmu ga ada. Na itu ditanamkan pada diri TNI. Kelebihan dan keunggulan prajurit dengan orang-orang sipil ada pada disiplin”.

Makanya saat operasi protokol covid–19 yang dianamakan itu disiplin. Jadi disiplin itu penting, disiplin pribadi yang artinya kesadaran, keinginan untuk mengukuti aturan, ketentuan yang berlaku, dengan suka rela tanpa dipaksa. “Jadi saya minta Anggota harus disiplin, karena disiplin itu muncul dari diri kita, baik itu beribadah, bangun tidur, pembersihan, olahraga. Jadi semuanya harus disiplin, tolong ya”, ungkapnya.

Selanjutnya bagaimana memiliki kecintaan kepada satuan, itu merupakan modal dasar Prajurit TNI AD. Karena satuan inilah yang memberi kehidupan, jika prajurit berada di satuanmu bisa beraktifitas, bisa digaji, karena memang prajurit tugas disatuan itu.

Sayangi lah satuanmu, cintailah satuanmu. Karena apa bila kalian mencintai satuanmu, Dirinya yakin prajurit akan bebrbuat yang terbaik terhadap satuanmu. “Saya yakin kalau kalian mencintai satuanmu juga akan terhindar dari pelanggaran, ngerti ngga, misalkan mau berkelahi. Karena kalau satu orang yang berkelahi semua satuanmu kena. Atau berbuat tidak senonoh pada perempuan. Jadi tolong cintai satuanmu”, tegas Dewantara.

Disatuan juga harus menciptakan iklim kerja yang enak, jadi hubungan antara Komandan dengan bawahan itu harus seperti satu keluarga. Tidak semata-mata bahwa formal atasan dan bawahan, jika satu keluarga berarti itu satu tim. Jangan komandan terus. Jadi ciptakan suasana yang nyaman dan enak. Jika semua ini dijalani dengan kedisiplinan cinta satuan maka hasil kerjamu akan bagus. (Boy)