Pemkab Mabar Proaktif Siapkan Lahan untuk Pembangunan Menyambut G-20

0
105

Suasana Rapat Koordinasi Pengembangan Pariwisata Labuan Bajo Flores, dalam Rangka Rakor Pariwisata Koordinatif BOP-LBF, di Hotel Inaya Bay Komodo, Jumaat (7/8/2020).

Labuan Bajo_KlikNTT.Com_Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) proaktif mendukung pembangunan dalam menyambut G-20 di Tanah Mori tahun 2023. Proaktif yang ditunjukan oleh Pemkab Mabar adalah dengan mempersiapkan lahan.

Hal Ini ditegaskan Bupati Mabar, Gusti Dula dalam sambutan untuk membuka kegiatan “Rapat Koordinasi Pengembangan Pariwisata Labuan Bajo Flores, dalam Rangka Rakor Pariwisata Koordinatif BOP-LBF, di Hotel Inaya Bay Komodo, Jumaat (7/8/2020).

Menurutnya, pembangunan untuk menyambut kegiatan G-20 itu sudah dipersiapkan oleh Pemkab Mabar. Hal ini ditegaskannya, agar pemerintah pusat tidak menilai Pemkab Mabar tidak proaktif mendukung pembangunan menyambut kegiatan yang berlangsung tahun 2023 itu.

“Jangan sampai pemerintah pusat juga merasa pemerintah Kabupaten Manggarai Barat tidak proaktif, kami tetap proaktif. Proaktif kami terutama mempersiapkan lahan dalam rangka membuka jalan menuju Tanah Mori”, tegasnya.

Terkait infrastruktur menuju Tanah Mori, tempat para petinggi negara G-20 adakan pertemuan nanti, Bupati Dulla menyampaikan bahwa ukuran jalannya kalau bukan 30 meter, minimal 20 meter.

“Baru-baru Satker PU menyampaikan di Pa Mentri Bappenas, kami sudah buka jalan, nanti lebar 7 meter. Mentri bilang, tidak bisa. Saya ingat sekali kata mentri itu. Saya ingat sekali Presiden Amerika Serikat tidak jadi datang di suatu tempat karena disiapkan jalan hanya 10 meter lebarnya”, terangnya.

Bupati Dula menginformasikan bahwa Pemkab Mabar sudah menyediakan lahan untuk ukuran jalan kurang lebih 20 meter itu.

“Tinggal bagaimana Kementri PU, Flores Pos Perindo, Parekraf, BUMN, Bappenas mendiskusikan lanjut itu di Jakarta”, jelasnya.

Bupati Mabar dua periode itu juga mengaku, bahwa pembangunan-pembangunan di Manggarai Barat bukan tanpa hambatan.

“Saya Bupati sudah dua periode merasakan itu. Tidak ada yang seenaknya. Pasti selalu mengalami hambatan”, akunya.

Menurutnya, mendahului kepentingan pribadi dan atau kelompok akan mematikan kepentingan umum. Kalau kita memperhatikan kepentingan pribadi atau kelompok, katanya maka matilah kepentingan umum.

“Sehingga saya harapkan, pertemuan kita hari ini betul-betul membahas yang namanya bonum commune”, tukasnya. (yrh)