Stephanus Herson Sebut Orang yang tidak Mendukung Pembangunan Adalah Orang Mabuk

0
126

Massa aksi membentang spanduk di halaman kantor Parlemen Manggarai Barat, Rabu (12/8/2020)

Labuan Bajo_KlikNTT.Com_Massa yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Pemuda dan Masyarakat Manggarai Barat (Setber PMMB) menggelar aksi dukungan atas pembangunan sarana dan prasarana (Sarpras) di Loh Buaya Pulau Rinca khusunya, dan pengembangan pariwisata super premium umumnya, Rabu (13/8/2020). Dalam aksi itu, Seorang orator, Stephanus Herson mengakatan dengan lantang di depan Gedung DPRD Manggarai Barat, bahwa orang-orang yang tidak mendukung pembangunan adalah orang mabuk.

“Hari ini kita datang untuk mendukung pemerintah. Hari ini, DPRD harus mendengar kita. Mereka yang menolak pembangunan, mereka itu mabuk”, jelasnya di depan gedung parlemen Manggarai Barat.

Menurutnya, pembangunan yang digalakkan pemerintah sekarang merupakan sebuah upaya memajukan Manggarai Barat, dan mensejahterakan rakyat.

“Tidak ada pembangunan yang membunuh rakyatnya. Tidak ada pembangunan yang menyengsarakan rakyat”, tuturnya.

Pendapatan Asli Daerah yang terus meningkat, menurutnya merupakan dampak positif dari pembangunan itu, seperti hotel dan restaurant.

“Kalau hotel itu tidak dibangun. Di mana kita bekerja. Ini yg dipikirkan oleh rakyat. Ini yang dipikirkan oleh DPRD”, tuturnya lantang.

Karena itu, dia mengharapkan agar DPRD tidak menganggarkan dana bagi kelompok yang menolak pembangunan. Pihaknya tidak setuju, jika orang yang menolak pembangunan pergi menemui pemangku kebijakan di Jakarta dengan menggunakan uang rakyat.

“Jangan menggelontarkan uang untuk orang yang menolak pembangunan ini”, pinta Stephanus.

Massa yang tergabung dalam Setber PMMB ini longmarch dari Patung Komodo, Labuan Bajo menuju Kantor Bupati Manggarai Barat, Kantor BOPLBF, Kantor DPRD Manggarai Barat dan Kantor Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), untuk menyampaikan aspirasinya.

Sebelumnya, Kamis (6/8/2020), Forum Masyarakat Peduli dan Penyelamat Pariwisata (Formapp) Manggarai Barat melakukan aksi serupa. Namun, massa aksi yang tergabung dari sejumlah pelaku pariwisata di Labuan Bajo itu menuntut agar pembangungan Sarpras di Loh Buaya, Pulau Rinca, diberhentikan.

Dalam aksi itu, dibuat kesepakatan antara Formapp dengan DPRD Manggarai Barat, bahwa pada 24 Agustus 2020 mendatang, delegasi dari setiap fraksi di DPRD Manggarai Barat, dari Pemda, dan dari Formapp akan menemui mentri LHK dan DPR-RI di Jakrta untuk menyuarakan penolakan pembangunan Sarpras di Loh Buaya Pulau Rinca. (yrh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here