Sekitar 17 Ha Lahan Sekitar Lokasi Wisata Perkemahan Wingkol, Manggarai Barat Hangus Terbakar

  • Bagikan

Kebakaran di savana sekitar perkemahan Wingkol, Desa Warloka, Kec. Komodo, Manggarai Barat, Kamis (13/8/2020). (Foto: Humas Polres Mabar)

Labuan Bajo_KlikNTT.Com_Sekitar 17 Ha lahan perbukitan savana di sekitar lokasi wisata perkemahan Wingkol, Desa Warloka, Kec. Komodo, Manggarai Barat hangus dilalap si jago merah, Kamis (13/8/2020), sekitar pukul 21.00 wita.

Kebakaran itu berhasil dipadamkan, atas kesigapan 4 Detasemen Pelopor Labuan Bajo, Satuan Direktorat Polairud Polda NTT dan Polhut Balai Taman Nasional Komodo.

“Kita ke TKP dan melakukan pemadaman api bersama tim gabungan. Jadi yang bekerja ini, bukan hanya Polres, tetapi ada instansi lain di situ. Kami juga dibantu oleh banyak, termasuk masyarakat juga membantu memadamkan api”, terang Kapolres Manggarai Barat, AKBP Bambang Hari Wibowo .S.I.K., M.Si., dalam konferensi pers, Jumaat (14/8/2020) malam.

Kapolres yang juga turun langsung ke TKP, Kamis (13/8/2020) malam itu, menyakini, bahwa untuk kondisi CND Resort dan sekitarnya berada dalam kondisi aman dan kedua titik api sudah berhasil dipadamkan.

Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa. Dikatakan Kapolres Bambang Hari Wibowo .S.I.K., M.Si, bahwa tidak ada wisatawan yang ditemukan terjebak si jago merah, sehingga proses pemadaman api oleh tim gabungan berjalan lancar.

Penyebab Kebakaran

Terkait penyebab kebakaran, Kapolres Manggarai Barat katakan, belum dapat dipastikan secara pasti. Namun akunya, berbagai kemungkinan penyebab lainnya seperti puntung rokok dan sebagainya masih dalam proses penyelidikan.

“Sampai saat ini kami sedang lakukan langkah-langkah penyelidikan. Dan akan kami pastikan, apa penyebab dari kebakaran ini. Setelah dilakulan langkah penyelidikan”, terangnya.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Bambang Hari Wibowo, S.I.K., M.Si. menghimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah Manggarai Barat, agar tidak melakukan pembakaran lahan karena membahayakan lingkungan dan pencemaran udara. Selain itu, masyarakat juga dilarang membuang putung rokok yang masih menyala di padang rumput, sebab saat ini rumput sedang kering, apalagi musim kemarau.

Senada, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTT, Ir. Timbul Batubara M.Si, melalui siaran pers yang dikeluarkan Jumat 14 Agustus 2020, bernomor: S. 989 /K.5/TU/HMS/08/2020, menghimbau kepada masyarakat agar menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan api di sekitar Cagar Alam Wae Wu’ul. Kemudian, dia mengapresiasi respon cepat jajaran petugas dari berbagai instansi dan satuan sehingga api cepat dikendalikan hingga potensi kebakaran tidak meluas. (yrh)

  • Bagikan