Aktivitas Petani di Desa Nggorang, Kec. Komodo pada Hari Kemerdekaan RI

  • Bagikan

Dua buruh tani, Lius (baju biru) dan Yohan sedang mengendalikan traktor untuk membajak sawah, Senin (17/8/2020)

Labuan Bajo_KlikNTT.Com_Para petani di Dusun Watu Langkas, Desa Nggorang, Kec. Komodo, Manggarai Barat mengisi Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dengan aktivitas bertani seperti biasa, Senin (17/8/2020). Mereka seakan tak kenal hari libur kemerdekaan RI. Juga sepertinya, mereka tidak mau masuk dan terjebak dalam aktivitas seremonial, sebagaimana yang dilakukan pejabat publik di seantero negri ini pada hari ini.

Disaksikan klik-ntt.com, Senin (17/8/2020), para petani di Dusun Watu Langkas bertani seperti biasa. Ada yang membajak sawah, ada yang membersihkan lahan sawah, dan ada yang menanam padi.

“Kami tahu hari ini, adalah hari kemerdekaan negara Indonesia. Namun, kami tetap mau bekerja. Inikan untuk hidup”, terang Om Lius, seorang petani yang sedang membajak, yang ditemui klik-ntt.com di sawah tempatnya bekerja, Senin (17/8/2020).

Lius mengakui bahwa, aktivitas di saat hari libur kemerdekaan ini, bukan berarti dia tidak mengakui kemerdekaan RI. Juga bukan sebagai cara mengkhianati bangsa.

“Kami bekerja untuk mendapat upah. Untuk memepertahankan hidup. Apalagi saya ini buruh harian. Kerja di orang punya lahan. Hasil dari kerja ini juga kan dinikmati oleh para pegawai, yang hari ini rayakan HUT RI”, terangnya.

Senada, disampaikan pemilik lahan, Kosmas Baku. Dia menegaskan, bahwa ini adalah cara selain untuk mempertahankan hidup, juga untuk menyediakan bahan makanan pokok (beras) untuk orang-orang yang bukan berprofesi sebagai petani.

“Ini cara kami para petani memaknai hari kemerdekaan. Kami bekerja, siapkan bahan makanan untuk mereka yang bekerja di instansi pemerintahan atau tempat lainnya. Mereka beli beras di mana kalau kami petani tidak bekerja?”, ujar Kosmas Baku kepada media ini, di lahan miliknya, Senin (17/8/2020).

Dia mengharapkan, agar di HUT RI yang ke-75 ini, pemerintah semakin memperhatikan kesejahteraan para petani. Sebab, menurutnya petani merupakan salah satu profesi yang bisa menjamin dan mendorong kesejahteraan rakyat.

“Harap pemerintah memperhatikan para petani. Jangan melihat para petani sebelah mata”, tuturnya.(Yrh)

  • Bagikan