Meski Diterpa Banyak Persoalan, Pemkab Kupang Tetap Kembangkan Revolusi 5 P

0
165

Oelamasi_KlikNTT.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang di Tahun 2020 ini meski banyak persoalan yang diterpa yakni, mengalami cuaca ekstrim yang mengakibatkan rusaknya beberapa rumah Warga, dan kebun milik Masyarakat, badai kekeringan melanda dan akhirnya petani gagal tanam hingga panen, penyakit menular yang disebabkan oleh Virus African Swine Fever (ASF), dan pandemi Covid–19. Namun Pemerintah Daerah tetap berkomitmen untuk tetap mengembangkan Program Revolusi 5 P.

Hal ini diungkapkan Bupati Kupang, Drs. Korinus Masneno dalam sambutanya saat upacara HUT RI ke-75 Senin,(17/08) lalu. Kabupaten Kupang adalah Daerah yang luar biasa. Karena Masyarakatnya telah teruji oleh sejarah. Bisa tetap kokoh dalam menghadapi masalah maupun musibah. Baik itu beberapa waktu lalu diterpa angin kencang dari Siklon Tropis Claudia (STC) yang mengakibatkan rusaknya beberapa rumah Warga, kebun milik Masyarakat.

Kekeringan pun kembali melanda Kabupaten Kupang. Sehingga sebagian Masyarakat mengalami gagal tanam yang mengakibatkan gagal panen. Tak sekedar itu saja, Pemerintah Daerah fokus untuk mengatasinya, namun penyakit menular jenis Virus African Swine Fever (ASF) muncul menginfeksi Babi.

“Kita semua bergerak bersama membatasi perluasan virus sehingga ada ternak babi yang terselamatkan”, jelas Masneno.

Belum selesai dengan musibah ASF, sejak Maret lalu hingga kini Kabupaten Kupang didera Pandemi Covid–19 yang menyerang seluruh penjuru Dunia. Syukurnya, Kabupaten Kupang tidak mengalami keparahan akibat Pandemi ini seperti yang dialami oleh Daerah dan Negara lain.

Saat ini, Kita harus membangun fondasi kultural yang kuat. Semua harus bersatu dan berdiri gagah untuk menghadapi musibah dan tantangan Dunia yang semakin kompleks, semakin ekstrim dan berubah dengan sangat cepat. Hanya Daerah yang cepatlah yang akan menangani persaingan Nasional maupun Global.

Sungguh, daerah ini dengan semangat Revolusionernya akan berdiri paling depan merengkuh prestasi. Konsep cermat, gerak cepat, langkah tepat sudah dikonkritkan dalam satu gerakan yakni, gerakan Revolusi 5 P. Gerakan membangun masyarakat, membangun ekonomi dan seluruh infrastruktur.

“Semuanya untuk satu tujuan yang sama yakni memajukan Masyarakat, memandirikan Masyarakat, dan mensejahtrekan Masyarakat dalam mengemban amanah Rakyat Kabupaten Kupang yang kita cinatai”.

Sementara Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe kepada awak media usai pengibaran sang saka merah putih menatakan bahwa, untuk Dirinya memang para OPD-OPD terkait belum begitu cenderung atau mendorong program Revolusi 5 P. Karena belum bekerja secara kompak, tidak bisa Dinas-dinas mempertahankan Dinasnya, harus bersama-sama bergotong royong untuk melihat ke Dinas-dinas lain.

“Kalau dari saya, saya katakan ia. Pertama, ini belum kita laksanakan revokusi 5 P. Tetapi kita belum sungguh-sungguh. Memang sudah melaksanakan tapi belum sungguh-sungguh. Yang kedua, kita belum belerja sama secara kompak karena ini ada mata rantainya. Tidak bisa dinas pertanian dia berpikir sendiri, disitu harus ada keterlibatan dinas PU, dan dinas lain untuk betul-betul kita bergotoyong royong untuk melihat dinas pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, dan juga perkebunan”, tegas Manafe.

Dirinya mengaku akan turun tinjau terus dilapangan. Karena, laporan dari Kepala Dinas, dan Staf kepada Pemimpin Daerah tidak sama dengan hasil yang ada dilapangan. (Boy)