Golkar Belum Pastikan Dukungan dalam Pilkada Mabar

0
94

Ketua DPD II Golkar Mabar, Rofinus Rahmat. (Foto: ist)

Labuan Bajo_KlikNTT.Com_Partai Golkar belum pastikan arah dukungan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Manggarai Barat (Mabar) 2020 ini.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD)II Partai Golkar Mabar, Rofinus Rahmat belum bisa informasikan secara pasti, kepada siapa SK partai berlambang beringin itu diserahkan.

“Sampai hari ini, DPD II Golkar Mabar belum bisa mengambil posisi, ke mana SK itu diberikan”, terang Rofinus kepada klik-ntt.com, di kediamannya, Rabu (26/8/2020) siang.

Rofinus yakinkan, bahwa apapun keputusan yang dikeluarkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, akan diafirmasi dan didukung oleh semua kader partai Golkar di wilayah administratifnya.

“Yang pasti, DPD II Golkar Mabar, segenap kader sampai ke tingkat bawah, apa pun keputusan dari DPP Partai Golkar terkait rekomendasi itu diberikan, kita siap mengamankan itu”, terangnya meyakinkan.

Saat ditanya perihal alasan kelamaan penentuan dukungan Pasangan Calon (Paslon) dari Partai Golkar, Rofinus menjawab bahwa itu karena ada banyak opsi yang dipertimbangkan oleh DPP. Muara dari semua opsi yang dipertimbangkan itu menurutnya adalah agar kader yang didukung Partai beringin itu bisa menjadi pemenang dalam kontestasi Pilkada Mabar tahun 2020 ini.

“Harapannya, siapa yang direkomendasikan Partai Golkar dalam pilkada ini pada saatnya bisa menjadi pemenang. Atau Partai Golkar ada di dalamnya”, jelasnya.

Untuk kepastian kapan SK Partai Golkar diserahkan, itu belum dapat ditentukan. Namun, yang jelas katanya, sebelum pendaftaran, kepastian dukungan itu akan diumumkan.

“Untuk kepastian tanggalnya, hasil komunikasi kita dengan DPD I Golkar, jawabannya belum bisa dipastikan. Namun, yang pastinya sebelum pendaftaran itu, sudah ada keputusan final”, jelasnya.

Rofinus mengimbau, agar semua kader partai Golkar di wilayah administratifnya tetap menjaga keseimbangan dengan semua pihak. Tetap jaga komunikasi yang baik dan santun dengan semua Paslon, termasuk komunikasi lintas partai.

“Untuk kader Golkar jangan dulu terlalu bereforia. Jangan memihak ke siapa-siapa. Karena SK itu belum jelas diserahkan kepada siapa”, pintanya. (yrh)