Pelaku Usaha Kuliner dan IRT Mabar Dapat Pelatihan Makanan Olahan Cepat Saji

0
117

Suasana pelatihan pengolahan makanan cepat saji, di Hotel Puri Sari Beach Labuan Bajo, Rabu (26/8/2020).

Labuan Bajo_KlikNTT.Com_Sebanyak 30 orang, yang sebagian besar memiliki latar belakang pelaku industri kuliner dan Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kabapaten Manggarai Barat (Mabar), Flores, NTT mendapat pelatihan khusus pengolahan makanan siap saji, di Hotel Puri Sari Beach, Labuan Bajo, Rabu (26/8/2020). Kegiatan ini diinisiasi oleh Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo-Flores (BOP-LBF), dan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Mabar.

Direktur BOP-LBF, Shana Fatina yang membuka kegiatan pelatihan tersebut, menandaskan bahwa rangkaian pelatihan yang dilaksanakan sejalan dengan tujuan program pengembangan pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo-Flores.

Shana juga mendorong seluruh peserta untuk memanfaatkan program-program pelatihan serupa, guna meningkatkan kompetensi dan memperkuat keterampilan yang sudah ada. Dia yakinkan, bahwa kegiatan pelatihan seperti ini akan terus digalakkan.

“BOPLBF akan terus melaksanakan kegiatan pelatihan seperti ini. Saya sangat berharap para peserta dapat menyerap ilmu yang diberikan, sehingga nantinya dapat mengembangkan UKM di bidang kuliner yang telah digeluti sebelumnya. Semoga yang akan memulai bisnis baru di bidang kuliner dapat makin menambah ilmu dan pengetahuan dari kegiatan pelatihan ini,” terang Shana.

Perwakilan Dinas Kesehatan Mabar, Lidwina Tridia Rayen, A.Md. mengapresiasi BOP-LBF yang menginisiasi kegiatan pelatihan pengloahan makanan cepat saji tersebut. Menurutnya, kegiatan pelatihan seperti ini terus digalakkan, agar terus memberikan pengetahuan terkait pengolahan makanan siap saji serta produksi pangan yang baik untuk industri.

Kepada peserta pelatihan, Lidwina Rayen menekankan pentingnya 14 elemen CPPB-IRT dalam membuka usaha kuliner, seperti lokasi dan lingkungan produksi, bangunan dan fasilitas IRTP, peralatan produksi, suplai air atau sarana penyediaan air, fasilitas dan kegiatan higienis dan sanitasi, kesehatan dan higiene karyawan, pemeliharaan dan program higiene dan sanitasi, penyimpanan, pengendalian proses, label pangan, pengawasan oleh penanggung jawab, penarikan produk, pencatatan dan dokumentasi, dan terakhir, pelatihan karyawan.

Pelatihan penglohan makanan cepat saji tersebut dipandu oleh Chef Michael. Ia dihadirkan secara khusus untuk memberikan pembekalan materi dan keterampilan memasak aneka makanan olahan daerah, seperti Se’I Sapi, Sambal Lajang, dan Abon Kencara.

Dalam kesempatan pelatihan itu, Chef Michael berpesan, agar para pelaku kuliner di Mabar harus disiplin soal kebersihan, terkhusus saat pandemi ini. Menurutnya, higienitas makanan yang dijajakan penting untuk diperhatikan, agar tidak mengganggu kesehatan konsumen.

“Karena makanan yang kita buat akan dikonsumsi masuk kedalam perut. Jika kita tidak disiplin soal kebersihan, maka makanan yang kita konsumsi akan terkontaminasi kuman atau virus, yang berdampak bagi kesehatan orang yang mengkonsumsi makanan kita,” tegas Chef Michael.

Chef Michael juga melihat, bahwa potensi Labuan Bajo sebagai rute tol laut, akan memudahkan para pelaku kuliner melebarkan jangkauan sasaran usahanya. Karena itu, dia mengajak agar para pelaku kuliner untuk tidak ragu dan takut melebarkan usahanya ke daerah-daerah lain di luar Flores.

“Labuan Bajo ini masuk rute tol laut. Ini merupakan keuntungan kita bisa memasarkan kuliner khas kita keluar Labuan Bajo. Hanya butuh waktu 72 jam untuk sampai ke Surabaya jika kita kirim lewat transportasi laut. Dan juga lebarkan market anda di luar Labuan Bajo seperti Ruteng, Maumere, dan lainnya di dataran Flores,” tegas Chef Michael. (yrh)