Kepsek TK Santa Theresia Danga,meminta Agar Kegiatan KBM Siswa tidak dilaksanakan di sekolah

0
144

Nagekeo,_KlikNTT.Com_ Memasuki Tahun Ajaran Baru 2020/2021 dengan program baru yakni Belajar Dari Rumah (BDR) Kepala Sekolah TK Santa Theresia Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT Sr. Ancilla KFS meminta siswa agar pelaksanaan kegiatan KBM tidak dilaksanakan di sekolah. Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah TK Santa Theresia Danga pada Sabtu (01/8/2020).

“Untuk itu saya mengundang para orang tua murid untuk melakukan sosialisasi Belajar Dari Rumah (BDR) yang dilaksanakan selama 5 hari sesuai dengan Rombongan Belajar (ROMBEL) di TK Santa Theresia Danga. Lanjutnya bahwa,” dalam sosialisasi tersebut dirinya menyatakan bahwa ada beberapa hal penting berkaitan dengan tata tertib pelaksanaan BDR selama di rumah.

Untuk program BDR sendiri, Sr. Ancilla meminta agar para orang tua dan guru wajib memperhatikan peraturan protokoler tentang kesehatan.

“Dalam penerimaan guru saat kunjungan ke rumah-rumah siswa, yang wajib dipersiapkan oleh orang tua murid adalah tempat dan orang tua yang mendampingi anak bersama guru. Jelas Kepala Sekolah Santres Danga di ruang kerjanya Sabtu (01/8).

Sr. Ancilla menghimbau agar orang tua untuk menjaga ketertiban di rumah yakni kebersihan dalam rumah, kedua keluarga termasuk anak dan orangtua yang mendampingi dan yang ketiga guru wajib menjaga kesehatan.

“Yang berikut orang-orang yang menjadi bagian dalam keluarga itu terutama tamu harus diseleksi benar. Karena, itu menyangkut dengan hubungan komunikasi, interaksi antara satu sama lain. Karena Covid-19 kita tidak bisa melihat dan tidak bisa merasa.

Untuk kegiatan BDR yang harus diperhatikan juga orang-orang yang hadir dalam keluarga itu. Kemudian makanan yang diberikan, jika hal itu tidak perlu di layani, tidak perlu dilaksanakan karena kegiatan ini hanya berlangsung 60 menit ataupun lebih. Paling lambat 1 jam tidak boleh lewat dari itu, karena anak dalam satu Rombel maksimalnya 20 anak ada juga 15 anak. Jadi untuk 1 minggu dapat giliran mungkin bisa 3 anak dan 2 anak. Jadi untuk itu, minimal waktu belajar setengah jam. Jadi dalam pelaksanaan itu diharapkan juga anak-anak, orang tua, guru tetap menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak.

Selama kegiatan BDR Sr. Ancilla berharap agar guru mempersiapkan diri dengan baik dan orang tua menerima dengan kasih dengan cinta sehingga proses untuk membantu anak dapat terlaksana dengan baik.

“Tentu hari itu dilaksanakan dengan kesan yang sungguh menyenangkan, karena anak dalam kegiatan ini perlu hal-hal yang mendukung keinginannya, kemauannya, kehendaknya, terutama dia suka untuk melaksanakan kegiatan itu jika dia suka. Lantas guru pun ikut merasa bahagia dan orangtua akan merasa bangga atas buah cintanya itu.

Hal-hal lain Sr. Ancilla menambahkan bahwa untuk sekarang Nagekeo sudah masuk zona hijau tapi kita tetap berjaga-jaga, berhati-hati karena mungkin dalam kelengahan kita bisa juga dia muncul. Jadi kita tetap menjaga jarak, pakai masker dan cuci tangan setiap waktu kita melaksanakan pekerjaan. Katanya. (Vhiand Dhalu).