MISI Janji Bangun Mabar dengan Komitmen Politik 10 Bebas

0
333

Paslon Cabup dan Cawabup Mabar periode 2020-2025, Maria Geong dan Silverius Syukur sedang meyampaiakan orasi politik di hadapan rubuan massa pendukung mereka, di Lapangan Wae Kesambi, Labuan Bajo, Jumaat (4/9/2020)

Labuan Bajo_KlikNTT.Com_Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat (Mabar), Maria Geong – Silverius Sukur (MISI) menggaungkan komitmen di hadapan ribuan massa pendukungnya, saat deklarasi paketnya di Lapangan Wae Kesambi, (4/9/2020). Komitmen paket MISI yang dikemas dalam sebutan 10 bebas itu, disuarakan oleh Maria Geong, dalam pidato politik deklarasi itu.

Adapun komitmen 10 bebas itu, di antaranya; pertama, bebas dari kemiskinan.

“Kita tahu, bahwa mayoritas masyarakat kita hidup di desa. Dan mereka adalah petani,” terang Maria.

Menurutnya, hampir 50.000 masyarakat berada di bawah garis kemiskinan, dengan pendapatan di bawah Rp. 300.000. Dan Mabar berada pada deretan ke-8 dari Provinsi NTT, sedang berada di garis kemiskinan.

“Karena itu, MISI akan memperjuangkan masyarakat bebas; tidak mungkin orang susah akan menangani pariwisata premium, pariwisata internasional,” tuturnya lantang.

Kedua, bebas dari kebodohan. Kebodohan dalam pengertian pengetahuan dan ketrampilan.

“Ini harus menjadi komitmen kami. Pak Sil dan saya, tentu berharap banyak kepada bapak ibu untuk mengontrol apa yang menjadi visi kami ini,” jelasnya.

Ketiga, bebas dari penyakit-penyakit infeksius. “Bapak-ibu, kita di Manggarai Barat ini punya penyakit malaria, demam berdarah, dan rabies,” terangnya.

Penyakit-penyakit itu, katanya adalah penyakit yang berbasis lingkungan, yang sangat ditakuti dunia pariwisata, karena bisa mengancam perjalanan internasional.

Keempat, bebas sampah dan perkumuhan. Dimana-mana, menurutnya Manggarai Barat, khususnya Labuan Bajo, dicelah karena sampah.

“Dan ini harus menjadi komitmen kita bersama, agar sampah tidak lagi menjadi isu yang didengungkan untuk Labuan Bajo,” terangnya.

Kelima, bebas dari kesendirian. Maria mengaku, bahwa selama empat setengah tahun, dirinya berjalan mengelilingi kabupaten Manggarai Barat.

Dia temukan masih banyak orang yang dipasung, masih banyak janda, duda yang belum mendapat pengakuan.

Demikian juga, akunya masih banyak anak-anak terlantar, orang-orang sakit yang harus menjadi tanggung jawab pemerintah.

Keenam, kita harus bebas dari kekerasan.

“Saya ingin membuat komitmen dengan ibu-ibu, bahwa apa yang ibu-ibu perjuangkan, bahwa tidak ada kekerasan terhadap perempuan dan anak, ini akan menjadi tanggung jawab kita,” tegasnya

Menurut Wakil Bupati Mabar periode 2015-2020 ini, save the women, save the nation; save the children, save the future of the nation (Selamatkan wanita, selamatkan bangsa; Selamatkan anak-anak, selamatkan masa depan bangsa)

“Dan ini harus menjadi komitmen, sebab anak-anak kita adalah masa depan bangsa dan negara,” terangnya.

Ketujuh, bebas dari praktek premanisme dan rentiner.

Banyak ibu, akunya yang selalu menceritakan kepadanya, tentang sulitnya perekonomian perempuan. Dan mereka tercekam dengan persoalan-persoalan utang.

Kedelapan, everyone have to be free from being under pression, (semua orang harus bebas dari tekanan), mulai dari pemerintahan.

Menurut calon incumbent ini, kalau pemerintahan dipimpin oleh lebih dari satu orang, maka pemerintahan itu akan menjadi sakit. Dan yang terjadi adalah kelalaian dalam pelayanan.

“Tidak mungkin kita mengurus good governance. Karena itu bapa- ibu, saya mau berpesan, karena banyak orang yang mengatakan kepada saya bahwa Ibu Maria Geong, anti kontraktor. Tidak, saya katakan, saya tidak pernah anti kontraktor. Tetapi yang saya mau, semua orang harus bekerja menurut aturan. Tidak ada perbedaan, tidak ada pengecualian,” tegasnya.

Maria berkomitmen, bahwa pemerintahannya ke depan tidak akan berada di bawah tekanan siapa pun.

Kesembilan, tentang kealpaan dokumen-dokumen.

“Bapa-ibu, saya berjanji, tidak ada lagi orang tidak memiliki kartu keluarga, sehingga dia tidak memiliki jaminan-jaminan sosial yang pantas dia terima,” suaranya lantang.

Dia pastikan, setiap orang harus memiliki KTP akte kalahiran, dan BPJS.

Perlindungan tanah-tanah adat (land protection) juag akan diperjuangkannya. Karena itu, menurutnya masyarakat harus memiliki data base kepemilikan hak atas tanah, sehingga tidak ada yang menjadi korban, baik secara adat maupun partiklir.

Kesepuluh, bebas dari isolasi. “Saya tahu, masih ada desa yang belum dijangkau oleh jalan-jalan. Ada desa, yang belum memiliki infrastruktur jalan. Ada kampung yang masih gelap. Ada desa yang belum memiliki air sama sekali,” akunya.

Maria yakin, bahwa komitmen-komitmen itu bisa diwujudkan kelak. Keyakinan itu mengalir dari ungkapan Bung Karno yang dikutipanya di akhir pemaparan janji 10 bebas itu, yakni “jika kita memiliki kemauan yang kuat, seluruh alam semesta akan bahu-membahu mewujudkan keinginan kita”. (yrh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here