Pembangunan Perpustakaan SD Oli’o Diduga Gunakan Material Tidak Sesuai RAB

0
181

Kupang Timur_KlikNTT.com- Pembangunan satu Perpustakaan milik Sekolah Dasar (SD) Oli’o, di Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, yang bersumber dari DAK, dengan nilai Rp160 juta diduga material yang digunakan tidak sesuai RAB,Hal ini disampaikan Salah satu pengawas, (MS) yang diwawancarai terkait oleh media via handphone genggamnya waktu lalu.

“Memang betul Saya suru ganti material. Baru-baru itu kita sudah Rapat dengan guru, dan saya minta untuk diganti. Karena pasir itu tidak dipakai”, jelas MS.

Dirinya menambahkan bahwa, “Pihak Dinas terkait telah berkontrak dengan konsultan untuk memonitoring pekerjaan di beberapa titik, khususnya diwilatah Kabupaten Kupang”. Tutupnya.

Perlu diketahui, Indikasinya dana swakelola ini tidak melibatkan Komite maupun Panitia Sekolah. Diam-diam Kepala Sekolah menunjuk rekanan untuk melaksanakan pekerjaan fisik tersebut.

Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mendapat kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2020 sebesar Rp160 juta lebih untuk membangun satu unit gedung Perpustakaan SD OLI”O.

Namun, setelah dana dikucurkan pihak sekolah tidak melibatkan komite dan dengan sewenang-wenang mengambil alih pekerjan, setelah mendapat Komando dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk memberikan pada rekanan yang bisa diajak kerjasama.

Hasil investigasi media di lapangan, dan menurut  informasi yang dihimpun dari warga, bendahara sekolah, inisial (JB) sempat mencairkan uang atas perintah SA selaku kepala sekolah SD OLI’O.

Penarikan dana di salah satu Bank yang ada di Oesao sebagai pencairan tahap pertama yang akan dibayar kepada rekanan untuk proses pembangunan gedung perpustakaan sekolah.

“Uang dicairkan sebesar termin pertama 30% sebesar Rp40 juta lebih meski proyek belum berjalan”.

Saat uang tersebut ditarik, bendahara dengan inisial JB sempat berkata “uang ini akan diserahkan langsung di sekolah dengan membuat berita acara penyerahan uang dan nantinya akan melibatkan anggota panitia 1 pembangunan yang tergabung dalam komite sekolah, sehingga tidak terjadi masalah hukum di kemudian hari”.

Namun Kepala sekolah (SA) dengan kuasanya meminta uang tersebut dari bendahara dan ia akan menyerahkan secara langsung kepada rekanan. Bendahara SD Oli’o “JB” tidak berdaya sehingga langsung menyerahkan uang tersebut.

Temuan lainnya adalah para Guru dan Orang Tua Murid melakukan aksi protes karena pasir yang digunakan mengandung kadar lumpur, begitu pula dengan batu yang digunakan untuk membuat fondasi bukan batu karang, tetapi batu kapur yang mudah hancur. (*Tim)