PLN Gelar Simulasi Selamatkan Korban di Tower

0
84

Kupang_KlikNTT.com- PLN UPK (Unit Pelaksana Pembangkitan) Timor menggelar Simulasi Tanggap Darurat/Pelatihan Penyelamatan Personil pada Ketinggian dan Pertolongan Pertama (P3K), dengan menggandeng Basarnas Kupang di ketinggian tower SUTT 70 kV dalam rangka Peningkatan Kompetensi dan persiapan personil menghadapi hal yang diluar perhitungan pada tanggal 14 dan 15 September 2020.

Simulasi evakuasi di tower SUTT 70 kilovolt (kV) Gardu Induk Maulafa, yang melibatkan 20 personel ULTG Kupang terdiri dari pengawas K3, pengawas manuver dan tim pemeliharaan yang menjadi bagian dari kegiatan operation dan maintenance SUTT 70 kV.

Simulasi penyelamatan korban pada ketinggian diskenariokan dalam kondisi sesungguhnya,  dimana korban mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan luka ringan sampai berat seperti pingsan, terbentur, tersengat listrik sehingga korban tidak mampu untuk mengevakuasi dirinya sendiri dan diperlukan bantuan tim untuk melakukannya.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini terdiri dari materi dasar P3K, tali menali, keselamatan pada ketinggian dan penggunaan peralatan kerja diketinggian, serta praktek simulasi evakuasi penyelamatan personil dari ketinggian sesuai Standart prosedur keselamatan.

Manager PT PLN (Persero) UPK Timor, Didik S. Irawan menyampaikan bahwa pelatihan ini dilakukan agar PLN mempunyai tim yang lebih terampil, sigap, dan dapat bertindak cepat ketika ada terjadi sesuatu yang bersifat emergency dalam hal penyelamatan jiwa manusia.

“Dalam kelistrikan Saluran Udaran Tegangan Tinggi (SUTT) 70kV, kemampuan tim pemeliharaan ULTG Kupang sudah tidak diragukan lagi. Mereka menguasai semua yang berhubungan sistem kelistrikan di Pulau Timor ini. Namun ada point penting yang harus tim juga kuasai, seperti yang kita tahu pekerjaan yang dilakukan ini adalah pekerjaan pada ketinggian dan mempunyai resiko sangat tinggi. Banyak hal yang bisa terjadi  sewaktu-waktu tanpa terduga. baik kecelakaan kerja, pingsan, dan lain-lain. Bahkan tidak jarang ada masyarakat umum yang mengalami kecelakaan di tower transmisi dan harus kita selamatkan”, Ungkap Didik.

Sementara Pihak Basarnas Kupang berharap pelatihan ini menambah ketrampilan dan ketangkasan. Cosmas, sebagai ketua instruktur Basarnas mengatakan, “Pelatihan ini bisa menambah pengetahuan dan kompetensi tim PLN mengenai standart peralatan pada ketinggian dan safety procedurnya”, tutur Cosmas singkat. (PLN NTT/***)